JPNN.com

MPR RI: Tingkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Cegah Covid-19 di Wilayah Bencana

Minggu, 21 Februari 2021 – 16:14 WIB
MPR RI: Tingkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Cegah Covid-19 di Wilayah Bencana - JPNN.com
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Peningkatan partisipasi masyarakat dan petugas di tingkat RT/RW pada masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro merupakan langkah strategis dalam pengendalian penyebaran Covid-19 di tengah ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Selain harus menegakkan disiplin masyarakat menjalankan protokol kesehatan juga harus menghadapi dampak bencana banjir di sejumlah daerah,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2).

Lestari berharap, peningkatan partisipasi masyatakat dan petugas di lingkungan RT/RW mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih intensif dalam penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan testing, tracing dan treatment (3T) di setiap lingkungan tempat tinggal.

Keberadaan petugas di tingkat RT/RW, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, semakin penting di saat potensi bencana alam semakin tinggi, seiring datangnya cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Tanah Air.

Tentu saja, tegas Rerie, untuk menginisiasi peningkatan partisipasi masyarakat di tingkat mikro di tengah ancaman bencana alam ini sangat membutuhkan campur tangan para pemangku kepentingan di daerah.

Apalagi, ujar Rerie, akhir pekan ini pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PPKM skala mikro di Jawa-Bali hingga 8 Maret mendatang.

Alasannya, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 sejumlah indikator pengendalian penyebaran Covid-19 menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam pelaksanaan PPKM skala mikro dua pekan terakhir.

Indikator itu antara lain, kasus positif nasional turun hingga 17,27%, bed occupancy rate (BOR) juga turun di bawah 70%. Tingkat kesembuhan pasien positif juga meningkat di Jabar, DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Jatim.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...