MS Kaban Minta Presiden Jokowi Diadili, Pengamat: Hanya Gimmick, Mencari Perhatian

MS Kaban Minta Presiden Jokowi Diadili, Pengamat: Hanya Gimmick, Mencari Perhatian
MS Kaban. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik, Asrinaldi menyatakan pernyataan mantan politikus Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban yang meminta MPR segera menggelar sidang istimewa untuk mengadili Presiden Joko Widodo hanya sebatas tensi politik belaka.

Menurut Asrinaldi, untuk mengatakan pemerintah gagal dalam menangani Covid-19, harus ada indikator yang jelas dan disepakati bersama.

"Indikator yang bisa dipertanggungjawabkan termasuk data dan sumbernya. Kalau dikatakan gagal, tapi indikator tidak jelas, itu tidak baik juga untuk pembelajaran," kata Asrinaldi kepada JPNN.com, Rabu (21/7)

Dia menilai keberhasilan pemerintah menangani Covid-19 atau tidak itu relatif dengan mencontoh negara maju seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan yang juga kembali mengalami peningkatan kasus.

"Dalam artian tidak ada negara di dunia ini yang memang lolos dan berhasil menangani Covid-19 dengan baik," lanjutnya.

Asrinaldi juga menjelaskan peran pemerintahan Jokowi untuk menangani pandemi Covid-19 sudah maksimal sesuai dengan kemampuan negara.

"Kalau dilihat dari komitmen presiden, saya pikir luar biasa. Persoalan kasus tidak terkendali itu tidak hanya dari faktor pemerintah, masyarakat juga harus sadar bahwa untuk penanganan ini perlu kerja sama," ucap dosen Ilmu Politik Universitas Andalas itu.

Dia yang mengaku bukan sebagai pendukung Jokowi ikut merasakan kehadiran pemerintah tak kala sedang menjalani isolasi mandiri.

Pengamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi menyatakan pernyataan MS Kaban hanya sebatas gimmick mencari perhatian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News