Muay Thai Tangerang dan Serang Dirugikan

Muay Thai Tangerang dan Serang Dirugikan
Muay Thai Tangerang dan Serang Dirugikan

jpnn.com - KONTROVERSI yang terjadi di pertandingan Muay thai pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Banten 2014 masih menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, muncul indikasi kecurangan dalam beberapa laga yang melibatkan atlet Kota Tangerang dan Kota Serang.

Pada pertandingan final kelas 54 kg putra antara Juhedi (Tangerang) dan Winardi (Serang), wasit terlihat berat sebelah. Banyak keputusannya yang terlihat terlalu memihak atlet dari Kota Serang. "Setiap atlet kami melakukan gerakan Clinch dan Knee langsung dilerai. Padahal gerakan tersebut legal. Hal itu merugikan kami," kata Manajer Pengcab Muay thai Tangerang, Tomy Rano.

Begitu pula dengan partai semifinal kelas 54 kg putri antara Ladysca Nataya (Tangerang) dan Sumiyati (Serang). Indikasi kecurangan dan pengaturan pertandingan juga terlihat.

"Clinch yang harusnya tiga detik baru satu detik sudah dipisah. Dari situ jelas atlet Serang diuntungkan. Mengacu peraturan amatir, clinch seharusnya tiga detik. Saya mengerti karena mengikuti penataran wasit amatir di Kejuaraan Dunia di Bangkok, Thailand, pada 2013. Perangkat pertandingan yang mencederai sportivitas hanya akan menghambat kemajuan olah raga ini," ujar pembina Muay thai Kota Tangerang, Jerry Luhukay.

Salah seorang wasit, Wira, bahkan mundur saat baru memimpin satu pertandingan karena melihat adanya ketidakberesan di cabang Muaythai.

"Benar saya mundur, tapi saya tidak tahu menahu soal kecurangan itu. Saya mundur karena lelah. Saya baru pulang dari Kalimantan tapi tiba-tiba diminta memimpin pertandingan," tutur Wira.

Pemilihan wasit yang sedang kurang fit justru memperkuat indikasi adanya kecurangan."Segala macam kecurangan seperti ini harus dihilangkan. Sungguh miris melihat turnamen diatur seperti ini. Jika tetap begini, kapan olah raga Indonesia bisa maju?" kata Wira. (dra)


KONTROVERSI yang terjadi di pertandingan Muay thai pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Banten 2014 masih menjadi perbincangan hangat. Pasalnya,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News