Muhammadiyah: Tewasnya Laskar FPI Bentuk Hadirnya Kekerasan yang Berkali-kali

Muhammadiyah: Tewasnya Laskar FPI Bentuk Hadirnya Kekerasan yang Berkali-kali
Busyro Muqoddas. Foto: dokumen JPNN.Com/Ricardo

Termasuk menjadi bahan koreksi yang fundamental untuk kesekian kalinya bagi negara.  

"Bukankah negara itu fungsi utamanya melindungi rakyat, dan negara merupakan organisasi tertinggi yang pengelolannya, pengemban amanahnya itu diamanatkam oleh pemilu lima tahun sekali, dan itu merupakan bentuk kepercayaan kepada aparat negara, aparat pemerintah," ujar dia.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membeberkan peristiwa tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Senin (7/12).

Peristiwa itu berawal saat polisi melakukan penyelidikan terkait informasi pengerahan massa saat Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, diperiksa atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan Senin kemarin.

Tim lalu mengikuti rombongan kendaraan yang berisi Habib Rizieq.

Saat tengah mengikuti rombongan yang diduga terdapat Habib Rizieq, polisi tiba-tiba dipepet.

Diduga kuat, mobil yang memepet dari pengikut Habib Rizieq. Baku tembak tak terhindarkan.

Anggota kepolisian kemudian membalas tembakan itu dan enam laskar FPI dinyatakan tewas.

Busryo pun menilai tewasnya enam laskar FPI sebagai bentuk kekerasan yang terus terulang di Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News