Naik 20 Persen, Tiket KA Tetap Ludes

PT KA Siapkan 26 Kereta Ekstra Lebaran

Naik 20 Persen, Tiket KA Tetap Ludes
Naik 20 Persen, Tiket KA Tetap Ludes
JAKARTA -- Harga tiket kereta api (KA) lebaran tahun ini diketahui lebih mahal jika dibanding harga lebaran tahun lalu. Namun, masyarakat tetap antusias memborong tiket yang diantaranya telah menembus harga Rp 650.000 itu. PT Kereta Api berdalih, kenaikan harga tiket tersebut seiring membengkaknya biaya operasi.

"Kalau dibanding tahun lalu, memang ada kenaikan karena biaya operasi juga meningkat. Tapi, yang naik itupun hanya untuk rute yang menggunakan kereta baru. Kalau dirata-rata kenaikannya itu 20 persen," ujar Vice President Public Relation PT Kereta Api Sugeng Priyono kemarin. Perbedaan harga tiket itu salah satunya bisa dilihat dari tarif batas atas harga tiket lebaran.

Menurut Sugeng, pembengkakan biaya operasional tahun ini disebabkan PT Kereta Api harus menyediakan persiapan operasional hingga pengaman pelayanan angkutan kereta lebaran, sejak 40 hari sebelum hari H. "Banyak yang harus kita sediakan seperti tenda-tenda, petugas pengaman dan laininya," kata dia.

Meski begitu, Sugeng berdalih PT Kereta Api tidak mendapatkan marjin keuntungan yang besar dari pelaksanaan angkutan lebaran. Sebab, momen mudik hanya berlangsung ke satu arah saja, sedangkan kereta api harus kembali ke tujuan semula dengan jumlah penumpang yang minim. "Sudah kita perhitungkan harganya. Tidak untung banyak karena baliknya penumpang kosong," tukasnya.

JAKARTA -- Harga tiket kereta api (KA) lebaran tahun ini diketahui lebih mahal jika dibanding harga lebaran tahun lalu. Namun, masyarakat tetap antusias

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News