Merasa Dicatut untuk Laporkan Jokowi, GAMKI Bereaksi

Merasa Dicatut untuk Laporkan Jokowi, GAMKI Bereaksi
DPP GAMKI akan kembali mendatangi kantor Bawaslu untuk melakukan klarifikasi atas laporan terhadap Presiden Jokowi. Foto: Supplied

Frandy menjelaskan DPP GAMKI saat ini telah membentuk tim kecil untuk menindaklanjuti adanya pelanggaran organisasi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mencatut nama dan logo GAMKI untuk melakukan deklarasi kepada paslon tertentu serta melaporkan Presiden Jokowi ke Bawaslu.

"Kami akan tindak tegas, yakni pemberian sanksi kepada oknum-oknum pelaku pencatutan. Kemungkinan pemberhentian sementara, atau yang paling berat ialah pemecatan dari kepengurusan dan keanggotaan GAMKI. Hal ini merupakan disiplin organisasi yang harus kami tegakkan," tegas Frandy.

Terkait arah politik GAMKI, menurut Frandy DPP GAMKI sampai saat ini tidak pernah melakukan deklarasi secara organisasi untuk mendukung paslon tertentu, ataupun membuat surat edaran yang mengarahkan pengurus DPD, DPC, dan anggota untuk memilih paslon tertentu.

"DPP GAMKI mempersilakan anggota dan pengurus untuk berpolitik sesuai dengan keinginannya masing-masing. Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Waketum, dan pengurus DPP GAMKI lainnya memiliki arah politik yang berbeda-beda, ada yang mendukung paslon 01, 02, dan 03," kata Frandy.

Sebagai wadah pemuda Kristen yang tersebar di 200-an cabang, lanjut Frandy, anggota dan pengurus GAMKI memiliki pilihan politik yang berbeda-beda.

"Jika kemudian terdapat para anggota dan pengurus GAMKI, ataupun pimpinan dan warga gereja yang sejalan arah politiknya dengan Ketum, atau Sekum, atau Bendum, atau Waketum, atau pengurus GAMKI lainnya, ya itu hal yang wajar, karena itu hak pribadi dan konstitusional selaku warga negara yang sedang mengikuti proses pemilu, dan tentu sesuai dengan komunikasi, relasi, dan pengaruh masing-masing. Tetapi, tidak pernah sekalipun DPP GAMKI melakukan pernyataan dukungan resmi secara organisasi," ujar Frandy.

GAMKI berkomitmen untuk menjaga persaudaraan dan kekeluargaan di internal organisasi, serta mendukung terlaksananya Pemilu yang rukun dan damai.

"Sehingga jika ada yang kemudian mencatut nama dan logo organisasi GAMKI, kami akan bersikap tegas. Kami meminta dan mengingatkan kepada pihak-pihak dari luar GAMKI untuk tidak mengganggu independensi organisasi kami ini," kata Frandy.

GAMKI bereaksi keras dengan pencatutan nama organisasi untuk melaporkan Jokowi ke Bawaslu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News