Newcastle United

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Newcastle United
Ilustrasi Newcastle United. Foto: nufccouk

Agen-agen rahasia Arab Saudi dicurigai telah menculik dan membunuh Khashoggi atas perintah MBS.

Protes internasional bermunculan sangat keras terhadap kejahatan ini. Bahkan, Presiden Amerika Serikat ketika itu, Donald Trump, marah dan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Arab Saudi.

Posisi MBS benar-benar terpojok oleh kasus ini. Bahkan, posisi politiknya sebagai putra mahkota pun sempat terancam. Kasus pembunuhan ini yang menyebabkan para aktivis demokrasi di Inggris marah dan menolak rencana pembelian Newcastle United oleh MBS.

Reputasi MBS selama ini memang penuh kontroversi. Di usianya yang sekarang baru 36 tahun ia secara de facto sudah menjadi penguasa tunggal Saudi sejak 2015. Raja Salman, ayah MBS, sudah tua dan sakit-sakitan, dan praktis tidak pernah mengambil keputusan strategis.

Untuk memperkuat posisi politiknya MBS menggunakan cara-cara kekerasan dengan penangkapan dan penahanan. Beberapa pangeran yang berpengaruh seperti Mohammad bin Nayef, yang masih sepupu dengan MBS, ditangkap dan dipenjarakan.

Pengusaha terkemuka dan salah satu orang terkaya Arab Saudi, Waleed bin Talal, juga pernah disandera dan ditahan di hotel mewah Ritz Carlton atas tuduhan pengkhianatan dan penggelapan pajak. Setelah dipaksa menyerahkan sebagian kekayaannya, Waleed bin Talal akhirnya dibebaskan.

MBS melakukan banyak kebijakan yang liberal. Salah satu yang paling kontroversial adalah memberikan izin kepada wanita untuk menyetir mobil. Kebijakan ini membuat marah ulama-ulama konservatif Arab Saudi yang sangat berpengaruh.

MBS juga mengizinkan pergelaran musik grup Barat terkenal di beberapa kota Arab Saudi.

Ratusan fan Newcastle United berkerumun di depan Stadion St James Park, ada yang mengenakan gamis dan serban.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News