Nyeleneh! Politikus PPP Sarankan Pemerintah Bantu Abu Sayyaf

Nyeleneh! Politikus PPP Sarankan Pemerintah Bantu Abu Sayyaf
Syaifullah Tamliha. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Usul cukup nyeleneh diutarakan politikus PPP Syaifullah Tamliha terkait masalah penyanderaan warga negara Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf. Menurut dia, pemerintah seharusnya membujuk pemerintah Filipina untuk memberikan otonomi khusus kepada kelompok separatis tersebut.

Tamliha mengatakan, cara serupa pernah dilakukan Presiden Soeharto untuk mendekati kelompok separatis Mindanao, Filipina. "Itu yang semestinya dilakukan pemerintah sekarang kepada pemerintah Filipina. Sehingga kelompok Abu Sayyaf merasa dibela," jelas Tamliha ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (5/8).

Tamliha juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah sukses meredam aksi brutal kelompok separatis di Papua dan Aceh dengan memberikan otonomi khusus bagi dua provinsi tersebut. Apalagi, tambah anggota Komisi I itu, Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. 

"Sangat tepatlah membela kelompok Abu Sayyaf itu dalam hal kepentingan untuk menjadi sebuah otonomi khusus di Pulau Sulu sana," jelas Tamliha.

Pemerintah, lanjut dia, tidak perlu takut hubungan dengan Filipina bakal rusak karena membantu Abu Sayyaf. Malahan, Filipina akan berterima kasih karena meringankan beban mereka juga.

SIndonesia juga tepat membantu Abu Sayyaf karena dunia tahu bahwa pemerintah pernah memberikan otonomi khusus bagi Papua dan Aceh sehingga tidak ada lagi yang memberontak. Yang ada hanyalah gerakan terorisme. 

"Saya mendengar ada kekecewaan mereka (Filipina) bahwa pemerintah kita sekarang ‎tidak seperti Pak Harto dulu yang mau terang-terangan membicarakannya (masalah kelompok separatis) di ASEAN, penyelesainnya mesti bisa diterima kedua belah pihak," demikian Tamliha. (rmol/dil/jpnn)


JAKARTA - Usul cukup nyeleneh diutarakan politikus PPP Syaifullah Tamliha terkait masalah penyanderaan warga negara Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News