Organisasi Pemuda Katolik: Jangan Lagi Tempatkan Agama jadi Isu Politik Identitas

Organisasi Pemuda Katolik: Jangan Lagi Tempatkan Agama jadi Isu Politik Identitas
Silaturahmi Kebangsaan Pemuda Lintas Agama di Taman Cadika Johor Medan, Jumat (29/7). Foto: dok PP

jpnn.com, MEDAN - Kaum pemuda Katolik mengajak semua kalangan untuk mengutamakan kepentingan bangsa dibanding kelompok semata.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma dalam acara Silaturahmi Kebangsaan Pemuda Lintas Agama di Taman Cadika Johor Medan, Jumat (29/7).

"Menuju Pemilu 2024 sudah saatnya kita untuk bicara politik kebangsaan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Jangan lagi menempatkan agama menjadi isu politik yang justru menggerus nilai kebaikan agama itu sendiri," tegas Gusma.

Dia mengimbau terutama kepada para tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan edukasi dan menanamkan fondasi nilai politik kebangsaan kepada masyarakat.

Bagi Gusma, para tokoh agama menjadi salah satu faktor kunci dalam terciptanya stabilitas politik dalam masyarakat karena dipandang yang memiliki kedekatan secara langsung dengan umatnya.

"Politik identitas apalagi menjadikan agama sebagai isu politik sungguh sudah usang dan terbukti tidak membawa kemanfaatan bagi kepentingan bangsa. Mau sampai kapan kita mengorbankan nilai kebaikan agama dan kemanusiaan demi kekuasaan sesaat?" tutur Gusma.

Dengan semangat kebangsaan yang dijalin melalui silaturahmi kebangsaan Pemuda Lintas Agama ini, Gusma mengajak para pemuda lintas agama untuk menjadi negarawan yang mampu menjadi jembatan penghubung berbagai kepentingan aspirasi masyarakat.

"Mari bersama merawat ingatan sejarah kita bagaimana perbedaan itu dapat saling melengkapi dan memperkuat sehingga hidup tenteram dan mewujudkan kesejahteraan bersama dalam Rumah Indonesia," sambung Gusma.

Para pemuda Katolik berharap para tokoh agama menjadi salah satu faktor kunci dalam terciptanya stabilitas politik .

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News