Pakai Bahasa Inggris Selalu Gagal, Jawa versi Ngapak Malah Berhasil, Haha…

Pakai Bahasa Inggris Selalu Gagal, Jawa versi Ngapak Malah Berhasil, Haha…
MEGAH: Masjid Katedral Moskow. Foto: EKO PRIYONO/JAWA POS

Kubah utama berlapis emas dengan petikan ayat membingkai. Ditambah tiga kubah kecil dan tiga menara, membuat masjid terlihat sangat mewah.

Warna emas itu digunakan bukan tanpa alasan. Kubah masjid tersebut menjadi penguat bahwa Moskow merupakan kota sejuta kubah emas. Sebagaimana gereja-gereja yang banyak tersebar di seantero kota.

Masjid itu didirikan pada 1903. Arsiteknya Nikolay Alekseevich Zhukov dengan gaya Bizantium. Saat itu gubernur Moskow dijabat Jenderal Grand Duke Sergey Aleksandrovich.

Karena jamaah masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Tartar itu makin hari makin banyak, dilakukanlah rekonstruksi.

Bangunan kuno diratakan dengan tanah dan diganti dengan yang baru. Proses rekonstruksi memakan waktu sepuluh tahun.

Pada 2015 masjid tersebut resmi dibuka lagi. Kapasitasnya melesat menjadi 10 ribu jamaah.

”Peresmiannya oleh tiga kepala negara sekaligus. Ada Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan,” terang Juru Bicara Dewan Fatwa Umat Islam Rusia Ismail Ghindulin.

Kemegahan juga terasa di dalam masjid. Di ruang utama, hampir semua dinding dibalut kaligrafi karya seniman Turki dengan ornamen khas muslim Rusia.

Peresmian Masjid Katedral Moskow setelah direkonstruksi dihadiri tiga presiden. Sepanjang Ramadan ramai kegiatan. Berikut catatan wartawan Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News