Pakar Mendukung Rencana Prabowo Setop Impor BBM dan Mengganti dengan Energi Terbarukan

Pakar Mendukung Rencana Prabowo Setop Impor BBM dan Mengganti dengan Energi Terbarukan
Menhan Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/jpnn.com

Menurut Fahmy, langkah paling tepat adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang punya teknologi seperti Amerika, Eropa atau China yang mempunyai teknologi.

Selain itu, kata Fahmy, pemerintah perlu mempertimbangkan sumber energi hayati untuk pangan harus dibagi secara proporsional tidak terlalu fokus ke energi.

“Ini juga harus dipikirkan dan diperhitungkan. Sebab kalau misalnya diperuntukkan untuk energi saja maka akan kekurangan untuk bahan baku minyak goreng. Di satu sisi bisa menghasilkan B100, tetapi minyak gorengnya jadi langka dan menimbulkan masalah baru,” ujar Fahmy.

Menurut Fahmy, dari segi pemikiran dan juga dari idealisme Prabowo ini sangat bagus dan itu menimbulkan kebangsaan.

“Oleh karena itu, perlu didukung tetapi harus realistis karena tidak bisa serta-merta setelah dilantik jadi presiden kemudian impor BBM setop. Itu tidak bisa karena akan menimbulkan permasalahan yang serius,” ujar Fahmy.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Sugiyanto Emik mengatakan gagasan Prabowo Subianto terkait pemanfaatan sumber daya nabati adalah langkah brilian yang patut dipertimbangkan.

"Ini gagasan sangat brilian, Indonesia kan pernah menjadi negara eksportir minyak. Belakangan kita malah jadi pengimpor,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Sugiyanto, harus dilakukan dengan hati-hati. Artinya produk nabati yang nanti pengganti minyaknya itu harus dipersiapkan dahulu, kemudian dikalkulasi sampai sebesar apa kebutuhan itu.

Pakar Ekonomi Energi dari UGM Fahmy Radhi mendukung rencana Prabowo Subianto menghentikan impor BBM dan menggantinya dengan energi terbarukan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News