Pakar Soroti Surplus Perdagangan RI, Dinilai 'Kurang Sehat'

Pakar Soroti Surplus Perdagangan RI, Dinilai 'Kurang Sehat'
Center of Reform on Economics (CORE) menilai surplus perdagangan Indonesia dinilai kurang sehat. Ilustrasi: Bea Cukai

“Ternyata impor juga turun dan bahkan lebih tajam penurunannya, sehingga ini yang menyebabkan surplusnya itu masih terjadi. Penurunan impor ini sebetulnya (mengindikasikan) ada pelemahan daripada permintaan kita di dalam negeri. Dari sisi perbandingan penurunan impor, antara volume dengan value-nya, value lebih dalam penurunannya, volume sebetulnya tidak terlalu tajam,” kata dia.

Penurunan pertumbuhan impor disebut terjadi hampir terjadi di semua jenis golongan barang, kecuali barang modal. “Untuk barang konsumsi kontraksi, bahan baku, dan bahan penolong, ini kontraksinya justru paling tajam," ucap Faisal.(antara/jpnn)

Center of Reform on Economics (CORE) menilai surplus perdagangan Indonesia dinilai kurang sehat.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News