JPNN.com

Paket Hadiah Berisi Uang Rp 488 Juta, Mengurus Pakai Biaya, Alamaak

Senin, 19 Agustus 2019 – 00:23 WIB Paket Hadiah Berisi Uang Rp 488 Juta, Mengurus Pakai Biaya, Alamaak - JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Baru hitungan bulan tinggal di Indonesia, warga negara Nigeria bernama Ekene Ugwuanyi,34, sudah berani melakukan tindak kriminalitas.

Pria warga negara Nigeria itu ditangkap atas kasus penipuan online yang ia lakukan. Bersamaan dengan Lina Lifrianti, wanita asal Jakabaring, Sumatera Selatan yang ditangkap pada Kamis (15/8).

“Kami tangkap di Jakarta. Penipuan ini sendiri berawal dari perkenalan korban dengan seseorang yang mengaku sebagai dokter genelogis di Lenox yang berada di New York, Amerika Serikat, bernama Tonia Rawson.” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Dari perkenalan dengan dokter yang ternyata palsu itu, korban dan pelaku sering berkomunikasi melalui aplikasi bernama Speaky.

“Korban percaya karena Tonia itu menggunakan nomor seluler Amerika. Yang jadi masalah pelaku mengabarkan bahwa korban telah menerima paket hadiah berupa barang dan uang berbentuk dolar Amerika yang harus ditebus,” tambah Ujung.

Paket hadiah disebut dikirim melalui Desline Carvis Cargo. Agar korban percaya, pelaku juga memberikan link pengiriman barang melalui aplikasi.

BACA JUGA: Aktivis Mahasiswa Tewas di Kamar Hotel, Saldo Rekeningnya Lumayan Banyak

“Korban menurut saat dimintai uang biaya administrasi beserta kelengkapan dokumen di bea dan cukai, dengan diiming-iming paket hadiah yang dikirim juga berisi uang tunai USD 34.600 atau sekitar Rp 488 juta,” tukas Ujung.

Korban baru sadar usai tertipu ketika ia diminta mengirim uang beberapa kali oleh pelaku. Hasil penyelidikan Polres Malang sejumlah selain warga Jabung, warga negara asing, seperti Filipina hingga Argentina, juga ikut jadi korban.

“Polres Malang masih mengembangkan penanganan kasus ini, termasuk mencari dua orang lain yang diduga bagian dari komplotan kedua tersangka ini,” tutupnya.

BACA JUGA: Pak OSO Ulang Tahun, Banyak Jenderal Hadir

Beberapa dokumen disita sebagai barang bukti. Mulai dari paspor, rekening koran, kartu ATM, HP, serta satu buah laptop. (Elfran/RM)

Sumber Radar Malang

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...