JPNN.com

Panglima Yakin Penggunaan Drone TNI AU Bermanfaat Pantau Titik Api Karhutla

Rabu, 18 September 2019 – 20:26 WIB Panglima Yakin Penggunaan Drone TNI AU Bermanfaat Pantau Titik Api Karhutla - JPNN.com
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin Rakor Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Provinsi Riau, Sabtu (14/9). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, BLITAR - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan penggunaan UAV alias drone bermanfaat untuk segera mengetahui titik api di lokasi karhutla. 

Alat itu mempermudah sehingga petugas bisa secepatnya bertindak untuk pemadaman api.

"Karhutla kendala laporan titik api terkini enam jam. Saat laporan masih kecil, tapi kemudian terpantau satelit besar. Kendalanya itu. Kami upayakan untuk menggerakkan drone, jadi bisa menggerakkan (anggota) untuk prioritas," katanya, di Blitar, Jawa Timur, Rabu.

TNI AU memiliki sederetan UAV alias drone untuk keperluan militer yang dioperasikan Skuadron Udara 51 di bawah Wing Udara 7, yang bermarkas di Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Dia juga mengatakan, untuk memadamkan api di titik kebakaran hutan dan lahan, pasukan juga dilengkapi alat berat jenis eskavator. Hal itu dilakukan untuk memperbesar kanal di tengah hutan atau membuat kanal baru, jika tidak ditemukan air. Namun, untuk pasukan lain juga tetap dilengkapi dengan penyiraman masif untuk membantu memadamkan api.

Panglima TNI juga sudah memantau secara langsung ke Riau selama empat hari terkait kebakaran hutan. Selain itu, dia juga memonitor asap di Kalimantan.

Menurut dia, untuk Riau pemadaman efektif khususnya pemadaman pasukan darat. Di Riau, terdapat 5.800 orang pasukan, dimana 2.200 dari TNI, 2.200 dari polisi, dan sisanya dari pecinta lingkungan serta BPBD, kehutanan.

Dari hasil yang terpantau, terdapat 44 titik api, dan semuanya bisa dilakukan pemadaman dari bantuan pasukan darat dan water bombing dengan menggunakan helikopter.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...