Pasokan dan Harga Beras jadi Kunci Mengendalikan Inflasi

Pasokan dan Harga Beras jadi Kunci Mengendalikan Inflasi
BPS mencatat komoditas beras mengalami inflasi sebesar 0,64 persen pada Januari 2024, dengan andil terhadap inflasi utama sebesar 0,03 persen. Ilustrasi impor beras: Ricardo/JPNN.com

Namun, di Indonesia inflasi dapat terjaga karena koordinasi sangat erat antarseluruh pihak termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, Bulog, dan Badan Pangan Nasional.

"Pemerintah dan Bulog dan juga Badan Pangan Nasional memastikan pasokan distribusi antara lain juga untuk beras memang harus dijaga untuk sementara ini diimpor sambil menunggu panen bulan April sama bulan Mei," tuturnya.

Selain itu, 46 kantor perwakilan BI di daerah juga mendukung upaya pengendalian inflasi, salah satunya melalui operasi pasar.

Selanjutnya, untuk menjaga tingkat inflasi volatile (bergejolak), pemerintah melakukan Program Bantuan Pangan Beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pemerintah akan menyalurkan program bantuan pangan beras dalam periode Januari sampai Juni 2024 sebesar 10 kg per bulan untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan pangan beras tersebut akan diberikan bagi 22 juta KPM.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebanyak 1.182.717 ton beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) telah didistribusikan ke sejumlah daerah untuk menjaga harga bahan pangan itu tetap terjangkau.

Beras program SPHP itu secara berkala disalurkan oleh Perum Bulog dalam rangka membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah namun berkualitas.(antara/jpnn)

BPS mencatat komoditas beras mengalami inflasi sebesar 0,64 persen pada Januari 2024, dengan andil terhadap inflasi utama sebesar 0,03 persen


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News