Pasukan Polisi Dikerahkan Bantu Urus Jenazah Pasien Corona yang Meninggal di Rumah

Pasukan Polisi Dikerahkan Bantu Urus Jenazah Pasien Corona yang Meninggal di Rumah
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) corona. FOTO: ANTARA/Dok

jpnn.com, JAKARTA - Jumlah korban positif maupun meninggal dunia akibat virus corona atau covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap hari. Hal ini cukup membuat tenaga medis kewalahan menghadapinya.

Untuk mengurangi beban para tenaga medis, Polda Metro Jaya melalui Direktorat Samapta telah menyiapkan puluhan personel polisi yang membantu tenaga medis.

“Ada 20 orang yang kami siapkan. Mereka langsung bergabung dengan tim gugus tugas Covid-19 di DKI Jakarta,” kata Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Mokhamad Ngajib kepada wartawan, Selasa (7/4).

Ngajib menerangkan, personel itu akan membantu pengurusan korban virus corona yang meninggal dunia di rumah. “Sebelumnya mereka sudah kami berikan pelatihan khusus,” sambung Ngajib.

Sejauh ini, Polda Metro Jaya baru mengerahkan 20 personel. Namun, secepatnya jumlah itu akan ditambah untuk bisa membantu ke wilayah lain selain Jakarta.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan, selain 20 personel itu juga ada 60 anggota polisi yang membantu proses pemakaman jenazah korban virus corona.

“Tugasnya mengantipasi penolakan warga terhadap pemakaman korban covid-19, dan antisipasi keluarga korban yang ingin memaksakan diri mengikuti proses pemakaman,” kata Yusri. (cuy/jpnn)

Ada juga 60 anggota polisi yang membantu proses pemakaman jenazah pasien corona.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News