Peduli Kampung Lawas Surabaya, Eri Cahyadi Dapat Dukungan Komunitas Sejarah Bubutan Heritage

Peduli Kampung Lawas Surabaya, Eri Cahyadi Dapat Dukungan Komunitas Sejarah Bubutan Heritage
Eri Cahyadi (tengah) bersama komunitas sejarah. Foto: source for JPNN

Mantan kepala Dinas Cipta Karya dan Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) itu mengatakan, kampung-kampung lawas di Kota Surabaya harus terus dimunculkan. Tujuannya, memperbanyak wisata heritage.

Eri sendiri saat masih menjadi kepala Bappeko merintis terbentuknya Kampung Lawang Seketeng, salah satu kampung masa kecil proklamator RI Soekarno dan pejuang kemerdekaan Bung Tomo.

Bahkan, ada langgar berbentuk panggung yang masih kuat berdiri sejak zaman Belanda. Kampung tersebut sudah diresmikan sebagai salah satu rujukan wisata heritage tahun lalu.

Tak hanya itu, Eri juga merintis wisata heritage anyar di segitiga jalan lawas Surabaya, yakni Jalan Pabean, Jalan Karet, dan Jalan Panggung.

Khusus untuk Jalan Panggung, terdapat lampu penerang jalan yang sangat klasik.

Ornamen lawas itu berpadu dengan jalanan batu paving mirip di kota-kota Eropa.

“Ke depan, kawasan itu akan jadi kawasan pejalan kaki. Kami akan jadikan satu kompleks wisata heritage yang digabungkan dengan wisata air Kali Mas di Jembatan Merah,” katanya.

"Saya juga pernah dipercaya Bu Risma mengepalai program heritage. Salah satunya adalah pembangunan Museum Pendidikan Surabaya yang sudah rampung dan diresmikan pada 25 November tahun lalu," kata Eri.

Eri Cahyadi pengin terus memunculkan kampung-kampung lawas di Kota Surabaya untuk memperbanyak tujuan wisata.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News