Pelaku Usaha Kesulitan Bahan Baku Akibat Kontainer Tertahan
Oleh karena itu, perlu dibuktikan apakah kontainer yang menumpuk tersebut banyak merupakan bahan baku atau bahan penolong bagi industri.
Febri juga menanggapi pernyataan Kementerian Perdagangan yang menyatakan penyebab penumpukan kontainer tersebut adalah kendala persetujuan teknis sebagai syarat untuk mendapatkan perizinan impor.
“Kami sampaikan bahwa Kemenperin tidak terkait langsung dengan penumpukan kontainer di beberapa pelabuhan tersebut. Sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri dalam negeri, kami memiliki kewajiban untuk memastikan kebutuhan bahan baku industri terpenuhi,” ujar Febri.
Dia menjelaskan posisi pada hari Jumat, tanggal 17 Mei 2024, Kementerian Perindustrian menerima 3.338 permohonan penerbitan pertimbangan teknis (Pertek) untuk 10 komoditas.
Dari seluruh permohonan tersebut, telah diterbitkan 1.755 Pertek, 11 permohonan yang ditolak, dan 1.098 permohonan (69,85 persen) yang dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi persyaratannya.
“Berdasarkan Rapat Koordinasi yang dilakukan pada hari Kamis, 16 Mei 2024, diperoleh data yang menunjukkan perbedaan jumlah Pertek dan Persetujuan Impor (PI) yang diterbitkan Kementerian Perdagangan,” ujar Febri.
Sebagai contoh, dari total 1.086 Pertek yang diterbitkan untuk komoditas besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya, PI yang diterbitkan sejumlah 821 PI.
Volume dari gap perbedaan tersebut kira-kira sekitar 24.000 jumlah kontainer.
Wamendag Jerry Sambuaga menyatakan pelaku usaha kesulitan bahan baku buntut daripada terhahannya ribuan kontainer di Pelabuhan.
- Pendaftaran Pertamina UMK Academy 2026 Ditutup, Lebih 4 Ribu Pelaku Usaha yang Daftar
- 4.000 Pelaku Usaha Daftar Pertamina UMK Academy 2026
- KBLI 2025 di OSS Dinilai Belum Sinkron, Pelaku Usaha Diminta Cermat
- Perangi Rokok Ilegal, Bea Cukai Malang Dorong Keterlibatan Masyarakat dan Pelaku Usaha
- Sistem Penilaian Kepatuhan HAM bagi Pelaku Usaha Terus Disempurnakan, Ini Tujuannya
- Bea Cukai Dorong Produk Unggulan Kalimantan Mendunia Lewat Asistensi Ekspor
JPNN.com




