Kamis, 15 November 2018 – 18:17 WIB

Pemancing Selamat Dari Sengatan Hewan Berbisa Paling Mematikan Di Dunia

Selasa, 06 November 2018 – 16:00 WIB
Pemancing Selamat Dari Sengatan Hewan Berbisa Paling Mematikan Di Dunia - JPNN.COM

Petugas SAR helikopter dari Wilayah Utara Australia (NT) mendapat panggilan untuk membantu seorang pemancing yang disengat ubur-ubur kotak -binatang berbisa paling mematikan di dunia- untuk pertama kalinya di musim ini.

Pria berusia 23 tahun dilaporkan sedang memancing bersama sekelompok teman dari sebuah perahu kecil sekitar pukul 11:00 pada Sabtu (3/11/2018) lalu, ketika dia melangkah keluar untuk menyeberang ke pantai dan disengat ubur-ubur kotak.

Dia kembali ke perahu kecilnya, yang berada di dekat Channel Point, sekitar 190 kilometer barat daya Darwin, dan memberi tahu teman-temannya, yang menelepon layanan darurat sebelum melakukan CPR.

Helikopter SAR langsung dikirim untuk mengevakuasi pria itu, kata petugas dari layanan CareFlight, dan dia dipindahkan ke Rumah Sakit Royal Darwin dalam kondisi stabil sekitar jam 12.30 sore.

"Ini adalah kasus sengatan ubur-ubur kotak pertama yang kami tangani pada musim ini," kata juru bicara media CareFlight, David Wheeldon.

"CareFlight biasanya menangani sejumlah sengatan per tahun dan kasus seperti ini sangat pasti berpotensi mengancam nyawa korbannya.

"Ironisnya, kami perkirakan [sengatan ini] mungkin bukan kasus satu-satunya."

Pria itu diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Sabtu sore itu juga.

Rumah Sakit Royal Darwin telah dihubungi untuk mengkonfirmasi apakah itu kasus sengatan ubur-ubur kotak pertama yang mereka tangani musim ini.

'Tahun serius' untuk mewaspadai ubur-ubur

Pakar ubur-ubur dari CSIRO Lisa-Ann Gershwin mengatakan dia memiliki "firasat" musim hujan pada tahun 2018/2019 mungkin akan terjadi peningkatan jumlah ubur-ubur, karena tingkat kehadiran ubur-ubur yang rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun dia mengingatkan bahwa itu adalah dugaan peneliti, berdasarkan 25 tahun penelitian di lapangan, bukan kepastian ilmiah.

"Saya belum benar-benar mendengar rincian yang memberi saya semacam petunjuk tentang akan seperti apa kondisi ubur-ubur pada musim ini, dalam hal penanda yang kita cari," kata Dr Gershwin.

"Perkiraan saya ... Sepertinya tahun ini mungkin akan benar-benar menjadi tahun yang cukup serius untuk mewaspadai ubur-ubur."

"Alasan saya mengatakan ini adalah kami memiliki beberapa tahun yang dengan jumlah penampakan ubur-ubur yang ringan.

"Dan secara umum kita melihat siklus yang bersifat alami juga ... jadi fakta yang kita punya beberapa tahun dimana penampakan ubur-ubur cukup jarang jadi saya berpikir 'Oh, aku bertaruh pasti kita jumlahnya akan banyak [tahun ini]'."

Dr Gershwin mengatakan itu adalah waktu yang tepat dengan tahun-tahun dimana para ilmuwan mulai melihat lebih banyak ubur-ubur, dan mereka akan mencari berbagai penanda untuk membantu mereka memprediksi bagaimana musim ubur-ubun akan terbentuk.

Penanda itu termasuk tren cuaca, tren suhu, curah hujan dan munculnya ubur-ubur di lokasi lain.

Pentingnya pertolongan CPR pada korban

Wilayah utara Australia (NT) cenderung mengamati lebih banyak terjadi kasus sengatan dari ubur-ubur kotak, sementara pantai timur dan barat dijumpai lebih banyak kasus sengatan ubur-ubur Irukandji, kata Dr Gershwin.

Sementara dilihat dari "tingkat keganasan satu tetes racun", racun dari ubur-ubur Irukandji lebih beracun. Menurut Dr Gershwin ubur-ubur Irukandji biasanya memberikan tetesan racun yang lebih sedikit, jadi penolong pertama harus bekerja lebih cepat setelah mengetahui korban disengat oleh ubur-ubur kotak.

"Ubur-ubur kotak adalah hewan paling berbisa di dunia dalam hal tipikal waktu kecepatannya dalam menyebabkan kematian akibat sengatan ubur-ubur kotak ini yang hanya sekitar empat menit saja," katanya.

"Banyak orang meninggal dalam dua [menit].

"Jika anda masih hidup setelah 10 menit tersengat, anda akan tetap bertahan hidup, kemungkinan besar."

Menurut Dr Gershwin, jika seseorang tersengat ubur-ubur kotak, penanggap pertama harus memberikan bantuan pernafasan atau CPR, sebelum menetralkan sengatan dengan cuka.

Dalam kasus Irukandji, dia mengatakan ada lebih banyak waktu untuk bereaksi, tetapi juga lebih sulit untuk menentukan penyebabnya.

"Anda mendapat sengatan dan lima hingga 40 menit kemudian, orang itu menjadi sangat tidak sehat, tetapi Anda mungkin tidak menyadarinya lebih dahulu," katanya.

Perbedaan penting lainnya antara dua sengatan "beracun yang mengkhawatirkan" ini adalah ubur-ubur kotak cenderung ditemukan di perairan pantai yang cukup dangkal, sementara Irukandji lebih sering diamati di perairan terbuka, dan di sekitar karang dan pulau.

Dr Gershwin mengatakan cara terbaik bagi orang untuk melindungi diri mereka adalah dengan menutupi kulit mereka saat berada di air.

"Kita tidak harus tersengat atau tidak keluar dari air. Kita bisa menikmati air dengan bijaksana," katanya.

"kawasan diantara tempat yang diberi bendera peringatan benar-benar menjadi tempat teraman di pantai untuk berenang."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar