Pemerintah Didorong Membangun Sekolah Vokasi di Natuna

Pemerintah Didorong Membangun Sekolah Vokasi di Natuna
Diskusi bertajuk "Engaging Potential Partners in the Sustainable Development of Indonesia's Outer Islands: The Case of Natuna Islands", di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pengembangan Kepulauan Natuna sebagai pusat perikanan, pariwisata, ekonomi kerakyatan, konservasi, dan pertahanan militer. Natuna merupakan satu dari 111 kepulauan terluar di tanah air, berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Sejumlah sektor yang perlu dikembangkan di Kepulauan Natuna adalah infrastruktur, pariwisata, energi terbarukan, fasilitas air bersih, fasilitas pengolahan limbah, industri perikanan dan budidaya rumput laut, serta pengembangan kapasitas dan pelatihan vokasi.

Namun, pengembangan Natuna tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Sejumlah mitra dari dalam dan luar negeri harus digandeng.

Direktur Program Bhakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H Serad menyarankan agar memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Natuna dengan membangun sekolah vokasi.

Djarum sendiri memiliki program vokasi, yakni Vocational School Improvement Initiative. Saat ini, sekolah vokasi Djarum telah berjalan di wilayah Kudus, Jawa Tengah.

“Kami memang tidak terlibat langsung di Natuna, tetapi inisiatif kami bisa ditiru di sana,” kata Primadi H. Serad, dalam siaran tertulisnya, Senin (25/11).

Primadi mengatakan, jika nanti sekolah vokasi dapat dibangun di Natuna, harus dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri di pulau tersebut.

“Sebaiknya tidak hanya memperhatikan bidang-bidang fishery atau perikanan dan juga energy. Jangan membatasi kreatifitas anak-anak dalam bidang itu saja karena setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda,” ujarnya.

Sekolah vokasi dinilai dapat memperkuat SDM guna mendukung pengembangan kepulauan Natuna.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News