JPNN.com

Pemerintah Tetap Akui Okto Sebagai Ketum PB ISSI, Gatot: Jangan Buka Luka Lama

Senin, 19 Oktober 2020 – 23:47 WIB
Pemerintah Tetap Akui Okto Sebagai Ketum PB ISSI, Gatot: Jangan Buka Luka Lama - JPNN.com
Ketum PB ISSI Raja Sapta Oktohari yang sedang digoyang isu Munaslub. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com - Pemerintah berharap luka lama perpecahan dan dualisme di tubuh Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) tak terbuka kembali. Karena itu, Seskemenpora Gatot S Dewa Broto meminta semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) bisa menahan diri.

Gatot menjelaskan, pernyataan itu perlu dikeluarkan olehnya setelah mendengar adanya pelaksanaan Munaslub ISSI versi Forum Pengprov yang digelar 17-18 Oktober kemarin di Jakarta.

"Kami mendengar ada itu (Munaslub), dan kami sudah klarisifikasi kepada ISSI, beserta Raja Sapta Oktohari. Ini kami netral ya. Kenyataannya tidak ada kevakuman kepengurusan PB ISSI seperti yang dikeluhkan mereka (Forum Pengprov) meskipun Okto sudah menyatakan akan lengser Juni lalu. Karena saat tandatangan MoU bantuan dana pelatnas juga dihadiri oleh Oktohari sendiri dan selama ini pelatnas juga di bawah programnya," katanya.

Untuk itu, Gatot meminta kepada siapapun untuk tidak memanfaatkan situasi yang ada saat ini menjadi ontran-ontran baru di cabang olahraga. Menurutnya, saat ini pemerintah sangat fokus kepada prestasi.

Satu demi satu persoalan dualisme di tubuh cabor juga sudah ditangani. Karena itu, jangan sampai masalah PB ISSI kemudian meluas hingga berdampak buruk ke prestasi, baik itu di level nasional maupun internasional.

"Jangan berulang lah. Mari fokus ke prestasi karena di depan mata sudah ada event internasional yang harus diikuti, jangan pemerintah diganggu dengan isu-isu dualisme cabor lagi," tegas Gatot.

Gatot juga mengingatkan agar di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini tidak dimanfaatkan untuk membuat kegaduhan di internal. Kemenpora juga fokus pada penanganan COVID-19 sampai kebijakan terkait protokol kesehatan untuk kegiatan olahraga juga sudah disosialisasikan.

"Jangan begini, tidak eloklah. Disaat semua pihak sedang fokus menghadapi pandemi kok ada yang memanfaatkan dan jadi ramai begini. Kami mohon bila ada masalah silakan dibicarakan secara internal. Karena untuk menggelar Munaslub pun ada mekanismenya, harus sesuai AD/ART dan prosedural lainnya. Jadi kami minta sekali lagi, Munaslub yang saya anggap itu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan jangan diteruskan. Tradisi intern yang membuat dualisme jangan diteruskan, kasihan atletnya karena nanti jadi korban, sudah banyak contoh dari cabor lain," tandasnya. (dkk/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil