Pemetik Buah di Australia Mulai Dibayar per Jam, Harga Buah dan Sayuran Diperkirakan Naik

Pemetik Buah di Australia Mulai Dibayar per Jam, Harga Buah dan Sayuran Diperkirakan Naik
Perubahan sistem upah bisa membuat harga buah dan sayuran lebih mahal namun menurut serikat pekerja ini akan membuat pekerja lebih terlindungi. (ABC Rural: Erin Cooper)

"Salah satu masalah dengan ini adalah bahwa Fair Work Ombudsman harus memastikan mereka melakukan pengawasan atas perubahan baru ini," katanya.

"Pembayaran upah rendah adalah salah satu masalah yang ada, dan publik, pekerja, dan juga petani sekarang harus diyakinkan bahwa masalahnya sudah tertangani sepanjang penerapannya berjalan baik.

Laurie Adams mengatakan selama ini yang menjadi masalah selalu berkenaan dengan bagaimana penerapan pembayaran itu dilakukan di lapangan, apa pun sistem yang dianut.

"Kita akan beroperasi dengan sistem bayaran baru, kita sudah pernah melakukan yang lama. Tantangan sebenarnya adalah apakah semua pihak akan mematuhi aturan baru tersebut," katanya.

"Masalahnya di masa lalu adalah bukan karena sistemnya tidak ada, namun kepatuhan terhadap sistem yang ada.

"Kalangan bisnis yang tidak mematuhi aturan ini sebelumnya yang harus dipaksa untuk mematuhi aturan baru nantinya."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.


Mulai tanggal 28 April para pemetik buah di Australia akan mendapatkan gaji minimum per jam dan ini diperkirakan akan membuat harga buah dan sayur di negara itu menjadi lebih mahal


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News