Pemuda Katolik Mengutuk Keras Kejahatan Sadis di Sigi

Pemuda Katolik Mengutuk Keras Kejahatan Sadis di Sigi
Logo Pemuda Katolik. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Pemuda Katolik menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga besar Gereja Bala Keselamatan dan khususnya kepada keluarga korban kekerasan dan pembunuhan secara keji oleh orang-orang yang tidak dikenal (OTK) di Lewonu Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat Pagi, 27 November 2020.

Pemuda Katolik juga mengecam dan mengutuk keras atas kejahatan sadis para pelaku tindakan teror terhadap pembakaran Pos Pelayanan luar Gereja Bala Keselamatan (BK) di Lewonu, pembakaran rumah Jemaat dan serangan yang mengakibatkan korban jiwa, serta menimbulkan keresahan masyarakat.

Demikian salah satu pernyataan sikap Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik yang ditandatangani Ketua Umum Karolin Margret Natasa dan Sekretaris Jenderal Christopher Nugroho pada 28 November 2020.

Lebih lanjut, Pemuda Katolik mendesak kepada aparat keamanan (TNI dan Polri) serta Pemerintah Daerah agar serius dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tidak memandang segala perbedaan, baik suku, agama dan lain sebagainya. Karena Indonesia adalah Negara Hukum yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pemuda Katolik juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas serta mengungkap motif dan aktor di balik para pelaku. Hal ini untuk mencegah terjadinya aksi-aksi serupa di masa yang akan datang.

“Aksi tersebut merupakan bentuk terorisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tegas Karolin.

Pada kesempatan itu, Pemuda Katolik mengajak segenap umat Katolik dan berbagai lapisan masyarakat untuk berani mencegah aksi-aksi kekerasan dan menjadi benteng utama persatuan. Jangan mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita harus terlibat aktif memutus mata rantai kekerasan dan intoleransi, serta senantiasa taat kepada peraturan perundang-undangan,” katanya.

Pemuda Katolik juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas serta mengungkap motif dan aktor di balik para pelaku.