Selasa, 24 Oktober 2017 – 02:08 WIB

Penambahan Foto SIM Perlu Untuk Identifikasi Pelaku Teror di Australia

Rabu, 04 Oktober 2017 – 18:00 WIB
Penambahan Foto SIM Perlu Untuk Identifikasi Pelaku Teror di Australia - JPNN.COM

Pemerintah Australia berpendapat, menambahkan foto SIM (Surat Izin Mengemudi) ke database nasional akan membantu polisi mengidentifikasi penjahat dan teroris dengan lebih cepat.

Pihak mereka sudah memiliki akses ke foto paspor dan data imigrasi namun mengatakan bahwa menyertakan foto seseorang dari SIM mereka akan memberi pemerintah akses ke populasi yang jauh lebih besar.

Para pemimpin Negara Bagian dan Teritori di Australia dijadwalkan untuk menyetujui gagasan tersebut pada hari Kamis (5/10/2017).

Menteri Kehakiman Australia, Michael Keenan, berpendapat, saat ini pihak berwenang bisa membutuhkan waktu hingga seminggu untuk mengidentifikasi seseorang karena sistemnya belum diperbarui.

"Pada dasarnya, kami melakukan ini dengan gaya 1950an, ketika kami harus melakukannya dengan cara abad ke-21, jadi apa yang telah kami kembangkan adalah sistem baru yang memungkinkan hal itu terjadi secara instan," kata Keenan.

"Itu tak memberi aparat penegak hukum kewenangan baru, tapi akan membuat lebih cepat untuk mengidentifikasi orang-orang yang dicurigai melakukan kegiatan kriminal."

Menteri Utama New South Wales (NSW), Gladys Berejiklian, mengatakan bahwa ia sangat ingin mendukung tindakan apapun yang meningkatkan keamanan publik.

Tapi ia mengakui bahwa itu berarti membatasi beberapa kebebasan pribadi.

"Saya pikir kita semua harus menerima bahwa kebebasan sipil kita dari waktu ke waktu bukanlah seperti dahulu kala yakni untuk melindungi keselamatan publik -jadi apapun yang akan membantu pihak berwenang dalam mencegah dan mengidentifikasi pelaku serangan akan menjadi berita baik untuk New South Wales," sebut Berejiklian.

"Pada akhirnya, apa yang paling penting adalah keamanan publik. Saya pikir semua warga mengharapkan kami untuk tidak memiliki kebijakan penyesalan yang tak ingin kami lihat kembali secara tragis dan mengatakan 'apa yang seharusnya bisa kami lakukan untuk mencegah itu terjadi’.”

"Saya mengemban tanggung jawab itu dengan sangat serius sebagai Menteri Utama, saya tidak ingin ada penyesalan," katanya.

Berejiklian menunjukkan bahwa tingkat penanganan teror ditetapkan pada status kemungkinan -"Tanpa khawatir itu ‘mungkin’ bukan ancaman.”

Negara bagian dan teritori lain di Australia telah memberi isyarat bahwa mereka secara luas mendukung gagasan tersebut.

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, mengatakan bahwa teknologi pengenalan wajah bisa digunakan di tempat umum seperti mal dan bandara untuk membantu mengidentifikasi dengan cepat orang-orang yang dicurigai melakukan terorisme.

"Ini hanya masalah penggunaan teknologi, bersikap proaktif, tidak berpuas diri, bertekad tanpa henti untuk menjaga agar warga Australia tetap aman," kata Turnbull.

Ia mengecilkan risiko data dari sistem yang diretas.

"Anda tak bisa membiarkan risiko peretasan mencegah Anda melakukan semua yang Anda bisa untuk menjaga agar warga Australia tetap aman," katanya.

"Fokusnya, tentu saja, adalah untuk terus memperbaiki keamanan cyber kita. Saya telah menjadikannya prioritas besar dari pemerintahan saya.”

"Tapi pada saat bersamaan, kami harus bisa menjaga agar warga Australia tetap aman."

Namun David Vaile, kepala Pusat Hukum dan Kebijakan Dunia Maya di Universitas New South Wales, menyoroti risiko database yang diretas.

"Pengidentifikasi biometrik tidak seperti pengenal lainnya, itu tidak bisa dicabut," ujarnya.

"Anda tak bisa mengatakan 'Saya akan mengubah wajah saya'. Jadi setelah diretas, Anda berpotensi memiliki masalah seumur hidup."

Pertemuan para pemimpin federal, negara bagian dan teritori Australia pada hari Kamis (5/10) juga akan membahas undang-undang yang seragam di seluruh Australia untuk membiarkan tersangka terorisme ditahan selama dua minggu tanpa tuduhan.

PM Turnbull ingin mereka setuju untuk menjadikannya suatu pelanggaran atas kepemilikan materi yang memiliki instruksi untuk melakukan terorisme, dan juga pendekatan yang konsisten secara nasional terhadap orang-orang yang terbukti bersalah atas kejahatan terorisme.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar