Pencarian Korban Longsor di Serasan Disetop, Bupati Natuna: Kami Memohon Maaf

Pencarian Korban Longsor di Serasan Disetop, Bupati Natuna: Kami Memohon Maaf
Ilustrasi: Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi korban bencana banjir di Desa Pamgkalan, Serasan, Kepri beberapa waktu lalu. (ANTARA/Cherman)

Upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan sejumlah alat berat, drone, dan K-9 yang mengerahkan 6 anjing. 

"Tidak kurang dari 700 personel yang tergabung dalam unsur SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian dan evakuasi," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna Abdul Rahman.

Terkait korban yang belum ditemukan, pihak keluarga mengaku telah mengikhlaskan. 

"Kemarin bersama dengan bupati Natuna, komandan Kodim 0318 Natuna, kepala Pelaksana BPBD Natuna serta camat Serasan hadir dalam mediasi yang digelar di salah satu posko pengungsian di Kampung Pelimpak," katanya.

Abdul Rahman menyampaikan belangsungkawa atas musibah yang terjadi serta memohon maaf bila upaya pencarian dan pertolongan belum maksimal

Dia mengatakan meskipun operasi SAR telah dihentikan, Basarnas akan terus melakukan pemantauan melalui anggota Unit Siaga SAR Serasan.

"Dengan berakhirnya Operasi Pencarian dan Pertolongan (Operasi SAR) pada hari ke 13 dan melalui hasil kesepakatan bersama, maka secara resmi Operasi Pencarian Korban Longsor di Serasan, ditutup. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait di Serasan," ujar Abdul Rahman. (antara/jpnn)

Pencarian korban longsor di Kampung Molon Genting, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dihentikan. Bupati Natuna minta maaf.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News