Pendidikan Anak Usia Dini Jangan Terhenti Karena COVID-19

Pendidikan Anak Usia Dini Jangan Terhenti Karena COVID-19
Ilustrasi Covid-19. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

Hal ini lebih dikenal dengan istilah use it or loose it.

Dia melanjutkan, hal ini ditentukan oleh kualitas dan kuantitas stimulasi karena setiap detik terjadi 1,684 juta sambungan sel otak.

"Sedangkan, untuk kualitas stimulasi terkait pada aspek perkembangan atas apa saja yang distimulasikan pada anak dengan cara yang tepat atau tidak,” tambah Netti.

Anak di usia dini belajar lewat bermain aktif, sehingga orangtua pun harus bisa memberi fasilitas yang baik.

Maka, orang tua harus bisa mengubah pola pikir bahwa anak yang bermain adalah pertanda dirinya sedang mengasah kecerdasan.

Lebih lanjut Prof Netti membagikan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua demi keberhasilan keberlangsungan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, anak sedari dini harus dilatih berpikir kritis atau critical thinking.

Ini disebabkan karena terlalu banyaknya informasi yang masuk di era digital seperti sekarang.

Para orang tua perlu tahu, bahwa pendidikan anak usia dini jangan sampai terhenti karena COVID-19.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News