Penerimaan Pajak Rp 1.387,78 Triliun hingga September 2023, Sri Mulyani: Ini Sangat Bagus
jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak sudah mencapai Rp 1.387,78 triliun hingga September 2023.
Jumlah itu sekitar 80,78 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
"Ini sangat bagus untuk pengumpulan pajak di bulan September," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2023 yang dipantau secara daring di Jakarta, dan dikutip pada Kamis (26/10).
Pajak penghasilan (PPh) nonmigas (minyak dan gas) mencapai Rp 771,7 triliun atau 88,34 persen dari target, naik 6,69 persen dari tahun lalu.
Terkait pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), terkumpul Rp 536,7 triliun atau 72,74 persen, tumbuh 6,39 persen dari tahun 2022.
Pajak bumi dan bangunan (PBB) mencapai Rp 24,9 triliun atau tumbuh 22,5 persen, sedangkan PPh Migas mengalami penurunan 12,66 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 54,31 triliun.
Kalau dilihat pertumbuhan selama Januari hingga September, total pertumbuhan pajak 5,9 persen. Tahun lalu itu tumbuh sangat tinggi, 54,2 persen.
"Jadi, kalau tahun ini sampai September kita masih tumbuh positif ini hal yang kita syukuri karena tahun lalu dengan kenaikan lonjakan yang sangat tinggi, kemungkinan terjadi koreksi memang ada. Namun, kita lihat sampai dengan September masih cukup baik,” ungkap Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak sudah mencapai Rp 1.387,78 triliun hingga September 2023
- Penunggak Pajak Siap-Siap, Tahun Depan Bakal Kena Tagih DJP
- Tekno Geologi UGM Gagas Formula Pajak Air Tanah Adil untuk Pemerintah & Pengusaha
- Selama Purbaya Jadi Menkeu, Tak Kan Ada Tax Amnesty
- Bukan Menolak, BP Batam Hanya Memilih Tidak Bergantung pada APBN
- Pemerintah Masih Melakukan Validasi Data untuk Pembatasan Pertalite
- Sengkarut Masalah Pita Cukai Palsu, Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Terkini
JPNN.com




