Pengakuan Perempuan Sasaran Aksi Cabul yang Rasis dan Merendahkan di Aplikasi Kencan

Pengakuan Perempuan Sasaran Aksi Cabul yang Rasis dan Merendahkan di Aplikasi Kencan
Sharon Jiang menerima pesan aplikasi kencan yang menanyakan apakah dia bisa menjadi "pengalaman Asia pertama" seseorang. (Supplied )

Adakah perbedaan antara pujian dan rasisme?

Penulis Australia asal Taiwan, Jessie Tu, mengeksplorasi hubungan ras antara seorang perempuan muda Asia dan kekasihnya yang berkulit putih dan berusia jauh lebih tua.

Cerita ini dituangkan dalam novelnya berjudul 'A Lonely Girl is A Dangerous Thing', yang masuk nominasi penghargaan karya sastra Australia, Stella Prize.

Dia mengutip jurnalis dan penulis Amerika Wesley Morris, yang berpendapat roman "peduli tentang apa yang diinginkan oleh subyeknya", berbeda dengan 'fetish'.

"Jika Anda fetish kepada seseorang, Anda punya gagasan orang itu harus sesuai dengan apa yang Anda pikirkan, sedangkan dalam hubungan yang sehat Anda benar-benar mendengarkan apa yang dipikirkan dan dikatakan orang lain," kata Jessie.

Jessie mengatakan dia bisa mengetahui apakah hubungan antar ras itu sehat atau sekedar 'Asian fetish' dengan melihat bagaimana pasangannya mau belajar tentang budaya Asia.

"Bagi saya, menjadi orang Asia adalah identitas yang penting," katanya.

"Jika saya memiliki pasangan dari ras yang berbeda, saya berharap dia belajar tentang budaya saya, dimotivasi oleh keinginan untuk belajar tentang saya sebagai individu."

"Jika dia berkencan dengan saya hanya karena dia tertarik pada ke-Asia-an saya, maka dia [memiliki] Asian fetish"

Pesan ini ditujukan kepada Sharon, seorang perempuan Australia keturunan Tiongkok yang berusia 24 tahun dan tinggal di Sydney

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News