Pengamat: Integritas Pegawai Pajak Sudah Terbangun, Ada Contoh Riilnya
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat perpajakan Erwin Indriyanto menilai integritas pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) kini makin meningkat.
Menurutnya, jika ada yang nakal, baginya, hanya segelintir.
"Kalaupun ada (pegawai pajak tidak berintegritas, red), sekarang itu tidak banyak. Itu kita sebut oknum. Saya Ketua Tax Center Unas. Dulu, kalau kerja sama dengan Pajak, mereka masih mau terima (uang) kalau kita minta menjadi narasumber, sekarang sudah tidak mau," tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/3).
Erwin juga mencontohkan bentuk pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) saat ini pun sangat berbeda.
Jika dulu KPP jadi tempatnya lobi-lobi agar wajib pajak (WP) bernegosiasi agar pajak yang dibayarkan rendah, sekarang, sudah berbeda.
Sekat-sekat antara WP dan petugas kini dibuat setengah badan sehingga setiap orang bisa melihat dan menimbulkan kecurigaan ketika terjadi negosiasi besaran pajak.
"Jadi, integritas pegawai pajak Kemenkeu sudah terbangun. Ini contoh riilnya," sambungnya.
Selain itu, penyetoran pajak saat ini dilakukan dengan transfer melalui bank. Kebijakan tersebut memperkecil terjadinya penyimpangan oleh petugas di KPP.
Pengamat perpajakan Erwin Indriyanto menilai integritas pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) kini makin meningkat.
- Utang Indonesia Nyaris Rp 10 Ribu Triliun, Pengamat: Aman Bagi Siapa?
- Pendapatan Negara Sepanjang 2025 Capai Rp 2.765,1 Triliun, PNBP Melesat 9,77%
- Strategi Purbaya Agar Pajak Tak Naik dalam Waktu Dekat
- Gubernur ASR Siapkan Langkah Strategis Genjot Pendapatan Daerah
- Menkeu Purbaya Jamin Tidak Ada Kenaikan Tarif Pajak
- Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
JPNN.com




