Pengusaha Ritel Kurang Daging

Pengusaha Ritel Kurang Daging
Pengusaha Ritel Kurang Daging
JAKARTA - Pengusaha ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengalami kendala mendapat pasokan daging. Itu diungkapkan Wakil Sekjen Aprindo Satria Hamid. Ia mengatakan, sejak tiga bulan lalu pihaknya mengalami kekurangan pasokan daging 30 persen.

      

"Kami merupakan sektor hilir, kami yang paling dekat dengan konsumen. Jika daging langka dan harganya naik kami yang pertama kali mendengar keluhan konsumen," terangnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/2).

      

Satria mengungkapkan, dalam sebulan, kebutuhannya sekitar 1.000-1.400 ton. Namun, yang terpenuhi hanya sekitar 700-900 ton. Tahun lalu, Aprindo membutuhkan pasokan daging 12.700 ton. Pasokan itu dibagi ke supermarket sebanyak 6.500 ton dan 6.200 ton ke hypermarket.

Ia memprediksi kebutuhan daging tahun ini bakal naik 30 persen atau 17.160 ton. Kenaikan itu dihitung berdasar ekspansi para peritel, kenaikan konsumsi masyarakat akan daging dengan memperhitungkan tingkat perekonomian, dan ketersediaan untuk ekspatriat atau turis yang setiap tahun terus bertambah.

      

JAKARTA - Pengusaha ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengalami kendala mendapat pasokan daging. Itu diungkapkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News