JPNN.com

Penting! Ini Sekelumit Pengakuan Fredi Budiman soal Aparat di Bisnis Haram

Selasa, 30 Agustus 2016 – 07:43 WIB Penting! Ini Sekelumit Pengakuan Fredi Budiman soal Aparat di Bisnis Haram - JPNN.com

JAKARTA - Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) kasus Fredi Budiman telah melihat rekaman video tentang gembong narkoba yang sudah dieksekusi mati itu. Meski video itu tidak panjang, namun ada testimoni Fredi yang perlu ditingdaklanjuti.

Menurut anggota TPGF, Hendardi, video tentang Fredi itu dibuat oleh Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAN) Kementerian Hukum dan HAM. “Video itu terdiri dari tiga bagian,” ujarnya melalui pesan singkat, Senin (29/8) malam.

Hendardi memerinci, video bagian pertama berdurasi 39 detik. Sedangkan video kedua berdurasi 18 menit 43 detik.

Untuk video ketiga berdurasi 1 menit 25 detik. Video itu dibuat pada 28 Juli 2016 pada sekitar jam 17.00 secara berurutan.

Sedangkan materi dalam video itu juga dikelompokkan ke tiga jenis. Yang pertama berisi perjalanan spritual pribadi Fredi selama di penjara hingga menjelang proses eksekusi.

Sedangkan yang kedua berisi semacam evaluasi dan saran menyangkut penanganan narapidana di lembaga pemasyarakatan dan dalam kaitannya dengan upaya menghapuskan praktik peredaran narkoba di penjara. “Dalam video tersebut, FB (Fredi, red) juga mengimbau agar penanganan napi narkoba dilakukan secara ketat, tidak dipindahkan dari satu penjara ke penjara lain, termasuk keharusan adanya isolasi dari napi lain,” ujar Hendardi.

Sedangkan yang ketiga memang memuat nama-nama aparat. “Bahwa benar ada disebut setidaknya tiga nama namun tidak dalam kaitannya dengan aliran dana sebagaimana kesaksian FB kepada HA (Haris Azhar, red),” sambung Hendardi.

Hanya saja, ketua Setara Institute itu enggan membeber nama-nama aparat yang disebut oleh Fredi. “Ini demi menghindari interpretasi yang keliru karena berpotensi mengganggu proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk untuk memastikan adanya perlindungan hak bagi seseorang,” tegasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...