Penyekatan di Jembatan Suramadu: Ada Perempuan Harus Dirayu, Pria Kabur ke Arah Surabaya

Penyekatan di Jembatan Suramadu: Ada Perempuan Harus Dirayu, Pria Kabur ke Arah Surabaya
Perempuan yang menutupi wajahnya karena enggan dites usap di pos penyekatan Jembatan Suramadu, Selasa (8/6). Foto: Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Penyekatan di Jembatan Suramadu masih terus berlangsung hingga saat ini, Selasa (8/6). Satu per satu kendaraan yang masuk ke Kota Surabaya diperiksa petugas gabungan secara teliti.

Pantauan JPNN.com di lokasi, jenis kendaraan yang melintas dan diperiksa didominasi truk dan minibus. Pengendara yang berasal dari luar Surabaya akan dites usap antigen guna mencegah penyebaran COVID-19.

Di lokasi juga terlihat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum.

Ganis menyebut selama tiga hari pemeriksaan pihaknya sudah melakukan tes sebanyak 6.997 kali.

"Data dari dinkes jumlah terbaru dari Sabtu sampai Senin 6.997 tes, sedangkan yang reaktif antigen ada 113 dan positif tes PCR ada 47 orang," kata dia.

Di lokasi penyekatan, ada seorang warga asal Malang yang sempat menolak menjalani tes usap.

Perempuan paruh baya itu sampai menutupi wajahnya mulai dari hidung dan mulut.

Penolakan itu berlangsung selama beberapa menit. Bahkan dia sampai menghindari petugas yang berupaya membujuknya agar mau dites usap.

Sejumlah kejadian unik muncul di lokasi penyekatan di Jembatan Suramadu, salaj satunya ada pria kabur ke arah Surabaya.

SPONSORED CONTENT

loading...