Penyelundupan 7,11 Kg Narkoba Lewat Bandara Hang Nadim Digagalkan, Begini Kronologinya

Kepada petugas, SE mengaku telah dua kali menyelundupkan sabu sebelumnya dengan modus serupa pada Oktober dan Desember 2024.
Dia direkrut seseorang berinisial ZEN melalui Facebook dan dijanjikan upah Rp 50 juta per pengiriman.
Sebelum keberangkatan, SE diinapkan di sebuah rumah di Batam hingga hari pengantaran barang terlarang tersebut.
Sementara itu, penindakan kedua terjadi pada koper milik AH (34), seorang nelayan asal Aceh yang akan terbang dengan dengan rute Batam-Jakarta.
Berawal dari kecurigaan atas koper yang dibawanya, dugaan petugas menguat setelah menemukan pakaian yang disusun secara tidak wajar dalam koper tersebut.
Benar saja, dalam pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan 20 bungkus plastik bening berisi serbuk kristal putih dengan total berat 5.095 gram yang disembunyikan dalam lipatan celana jin yang diduga narkotika.
Zaky menyampaikan terhadap seluruh barang bukti beserta AH selanjutnya dibawa ke Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam untuk diproses lebih lanjut.
“Dari hasil tes urine, pelaku AH positif menggunakan narkoba," bebernya.
Selain itu, kata Zaky, hasil laboratorium mengonfirmasi barang bukti tersebut mengandung senyawa narkotika golongan I jenis metamfetamina.
Kepala Kantor Bea Cukai Batam Zaky Firmansyah mengungkapkan kronologi digagalkannya dua upaya penyelundupan 7,11 Kg narkoba di Bandara Batam
- Oknum Pegawai BNN Ditahan Jaksa terkait Narkoba
- Produksi Rokok Turun 4,2 Persen, Ini Penyebabnya
- Dor, Dor, Dor! Oknum Polisi Ini Terkapar Ditembak Petugas BNN
- Bea Cukai Batam Amankan Tukang Cat yang Selipkan Sabu-sabu di Sandal, Begini Kronologinya
- Suplemen Ternak Pangkalan Bun Tembus Pasar Belanda, Bea Cukai Sampaikan Komitmen Ini
- Dipimpin Irjen I Wayan Sugiri, BNN dan Bea Cukai Musnahkan Ladang Ganja 3 Hektare di Aceh