Perangkat Desa

Oleh: Dahlan Iskan

Perangkat Desa
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - TERNYATA sudah lebih 10 tahun saya tidak ke Banjarmasin. Baru Jumat kemarin saya ke sana lagi. Mungkin karena istri sering ke Kalsel sehingga saya merasa sudah ikut sering ke sana.

Bandaranya sudah jadi. Besar sekali. Saking besarnya sampai terasa kosong, kurang ramai dan kurang sentuhan interiornya: masih seperti bandara yang setengah telanjang.

Inilah salah satu bandara yang proses pembangunannya begitu lama. Saya masih ingat saat ikut mengecek pembebasan tanahnya. Begitu banyak masalah tanah yang sulit diterabas. Akhirnya beres juga.

Baca Juga:

Di Banjarmasin, soal bandara, ternyata wajah jauh dari kaputing. Turun dari pesawat tiba-tiba saya ingin mampir ke Martapura.

Bandara ini memang dekat ibu kota kabupaten Banjar itu. Ternyata tidak banyak yang berubah di Martapura –kecuali makam Guru Sekumpul di pusat kota.

Maka, kalau ada bangunan baru paling megah di Martapura adalah makam itu. Panjang bangunannya lebih dari 100 meter. Bentuk bangunannya mirip masjid besar di Arab Saudi, bahkan awalnya bangunan itu saya kira masjid.

Baca Juga:

Saya ingin masuk ke dalamnya. Ingin tahu apakah di dalam juga semegah tampak luarnya. Tetapi pintunya terkunci. Ditutup tripleks berjajar. Memang lagi ada proyek renovasi makam besar-besaran.

Itulah makam Guru Zai. Ulama besar Kalsel. Pemrakarsa acara keagamaan rutin yang disebut "Pengajian Sekumpul". Puluhan ribu orang berkumpul mendengarkan ceramahnya: lebih banyak menggunakan bahasa daerah Banjar.

Sebenarnya saya sangat ingin mendarat di Batulicin. Ingin tahu: sudah sehebat apa kota itu. Yakni kota kecil yang mampu melahirkan orang-orang super kaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News