Perbaiki Lingkungan, RI Butuh USD 62 Miliar

Perbaiki Lingkungan, RI Butuh USD 62 Miliar
Perbaiki Lingkungan, RI Butuh USD 62 Miliar
JAKARTA- Dampak perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini sudah dirasakan hampir seluruh negara di dunia. Pemerintah kini melakukan berbagai upaya dalam menangani dampak perubahan iklim yang dinilai semakin membahayakan. Di antaranya untuk pencapaian target pembangunan jangka panjang, pemerintah melalui Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) meluncurkan Indonesia Climate Change Sectoral Roadmap (ICCR), di Jakarta, Rabu (31/3).

ICCR ini memuat strategi sembilan sektor, yakni kehutanan, energi, industri, transportasi,limbah, pertanian, kelautan dan perikanan, sumber daya air dan kesehatan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim hingga tahun 2030 mendatang. "ICCR ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam melakukan kegiatan adaptasi dan migitasi perubahan iklim. Namun dalam skenario ICCR dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk pencapaiannya tidak bisa hanya mengandalkan biaya dari pemerintah saja," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof Armida S Alisjahbana.

 

Dalam skenario ICCR, jelas dia, untuk memperbaiki lingkungan Indonesia dan pencapaian target penurunan emisi gas buang 26 persen di tahun 2020, Indonesia membutuhkan biaya hampir USD 62 miliar. Diantaranya berasal dari sektor kehutanan, sektor energi, sektor transportasi serta sektor lingkungan hidup.

 

Dari skenario ICCR, untuk sektor kehutanan menunjukkan dapat menurunkan 300 Mt CO2 per tahun hingga 2020 dengan dana yang dibutuhkan sekitar USD630 juta per tahun. Dari sektor industri dapat menurunkan sekitar 62,3 Mt CO2 atau 26,4 persen dari skenario base case dengan cakupan Jawa-Bali, total kebutuhan dana sekitar USD2,1 miliar.

 

JAKARTA- Dampak perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini sudah dirasakan hampir seluruh negara di dunia. Pemerintah kini melakukan berbagai upaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News