Peringati Hari Buku Nasional, GPMB Konsisten Dalam Membudayakan Minat Baca dan Literasi

Peringati Hari Buku Nasional, GPMB Konsisten Dalam Membudayakan Minat Baca dan Literasi
Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) memperingati Hari Buku Nasional dengan mengadakan program Lemon Sore pada tanggal 21 Mei 2021 dengan tema “Milenial Berani Nulis Buku” dengan mengundang dua narasumber penulis muda yaitu Yuni Lasari dan Rara Zarary. Foto: Dok. GPMB

Pada Hari Buku Nasional 17 Mei 2021 pula, telah dilaksanakan pencanangan kembali Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku Untuk Anak (Gernas Baku), yang juga didukung oleh GPMB.

Meski kegiatan diselenggarakan berbeda tempat dengan parayaan Hari Buku Nasional dan HUT Perpusnas RI, namun ada sesuatu yang sangat menarik, bahwa aktivitas, aktor pelaksana, dan gagasan yang diusung saling berkaitan dan menguatkan.

Gernas Baku semula adalah program dan kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (Ditbindikkel) di bawah Direktorat Jenderal PAUD Dikmas.

Ketua Umum PP Himpaudi Netti Herawati, dalam peluncuran Gernas Baku 2021 mengemukakan program ini pada awalnya dimotori pemerintah menjadi gerakan bersama yaitu gerakan masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Pusat GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) Tjahjo Suprajogo dalam sambutan dan paparannya di acara tersebut menyambut baik inisiatif kerja sama dari PP HIMPAUDI, karena seirama dengan gerakan GPMB.

“Sesuai amanah Musyawarah Nasional (MUNAS) GPMB VI tahun 2019 lalu, maka gerakan menumbuhkan minat, kegemaran, budaya baca dan literasi masyarakat adalah dimulai dari keluarga dan sejak usia dini, berlanjut pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi dengan pelibatan satuan pendidikan, komunitas dan masyarakat,” kata Tjahjo.

Realisasi dari program tersebut telah nyata dijalankan dan dirasakan. Program yang sudah secara konsisten berjalan yaitu diskusi Seri Minat Baca dan Lemon (Literasi Mode On) Sore.

Dua program ini masing-masing telah berjalan 16 kali sejak diluncurkan awal 2020. Perbedaan dua program itu, menurut Sekjen PP GPMB Robinson Rusdi, terletak pada segmen pesertanya.

Bulan Mei 2021 adalah momentum penting bagi kebangkitan gerakan minat baca dan literasi Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News