Perlu Koordinasi dan Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTB

Perlu Koordinasi dan Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTB
Gempa bumi. Foto: Ilustrasi Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Nurhasan Zaidi meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan langkah-langkah prioritas penanganan bencana terkait gempa bumi berkekuatan 7 SR di Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8).

“Saya sudah baca rilis BNPB dan sangat apresiasi kepadanya namun saya kira kita harus lebih gercep (gerak cepar, red), caranya dengan bersinergi dan koordinasi ke posko-posko relawan, karena jumlah korban yang sudah banyak," ujar Nurhasan, Senin (6/8).

Untuk diketahui, gempa berkekuatan 7 SR kembali mengguncang NTB, Minggu (5/8), pukul 18.46 WIB. Gempa ini memberikan dampak luas dan kerugian baik ril maupun materil. "Sampai subuh tadi tercatat 91 orang meninggal dunia dan ribuan rumah mengalami kerusakan, warga masih diungsikan ke tempat yang aman," ungkapnya.

Jumlah korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Lombok Utara dengan jumlah mencapai 65 orang. Sementara jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

“Saya mengajak masyarakat untuk aktif membantu saudara-saudara kita, khususnya kementerian terkait untuk segera merecovery akses dan fasilitas umum sesegera mungkin agar logistik bisa mudah untuk dikirim," kata anggota komisi yang membidangi bencana alam ini mengatakan jumlah korban jiwa.

Nurhasan juga mengimbau BMKG agar memberikan peringatan sedini mungkin terhadap kemungkinan bencana susulan.

"Selama bantuan dikirim kita harus tetap siaga akan bencana susulan. Tetapi di luar itu seluruh rakyat Indonesia perlu muhasabah, boleh jadi bencana ini hadir karena perilaku kita yang tidak bersahabat dengan alam," tutup politikus PKS ini.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzily berduka atas peristiwa gempa bumi berkekuatan 7 SR di NTB, Minggu (6/8).

BNPB segera melakukan langkah-langkah prioritas penanganan bencana terkait gempa bumi berkekuatan 7 SR di NTB, Minggu (5/8).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News