JPNN.com

Perolehan Suara Neno Mengejutkan, Peringkat Kedua

Jumat, 03 Mei 2019 – 00:05 WIB Perolehan Suara Neno Mengejutkan, Peringkat Kedua - JPNN.com

jpnn.com, KEDIRI - Dari 50 kursi di DPRD Kabupaten Kediri, diprediksi 80 persen dia antaranya merupakan muka-muka lama. Hanya sedikit wajah baru yang mampu mengusik eksistensi para politisi kawakan itu.

Dari yang sedikit tersebut ada sosok mengejutkan dari daerah pemilihan (dapil) 4. Di dapil yang terdiri dari wilayah Kecamatan Wates, Ngancar, dan Plosoklaten tersebut tersembul nama Neno Nestira.

Caleg dari PDIP tersebut mampu meraup suara terbanyak di dapilnya. Total suara yang diraih mencapai 15 ribu.

Pencapaian Neno itu layak diapresiasi. Karena dia baru pertama ini ikut mencalonkan sebagai anggota DPRD. Namun dengan hasil suara yang sangat besar bila dibandingkan dengan caleg lain.

“Alhamdulillah diberikan kepercayaan oleh masyarakat di dapil saya,” kata Neno dengan wajah sumringah, saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Perolehan suara perempuan berkerudung tersebut bahkan menjadi yang terbanyak kedua di Kabupaten Kediri. Di belakang politisi kawakan yang juga sekretaris DPC PDIP Sulkani. Ketua DPRD Kabupaten Kediri itu berangkat dari dapil 5 dan memperoleh 19 ribu suara.

Sedangkan yang mendapat suara terbanyak ketiga kemungkinan adalah Antox Prapungka. Politisi kawakan dari Partai Nasdem tersebut diprediksi akan mendapat suara tak kurang dari 13 ribu orang.

Kejutan yang diberikan Neno tidak hanya sampai di situ. Selain baru pertama kali maju jadi caleg dan berhasil lolos ke dewan, dia juga masih berusia muda. Politisi anyaran dari partai berlambang kepala banteng tersebut usianya saat ini 26 tahun.

Nyaleg di usia muda diakui Neno ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya adalah dengan semangat generasi muda tersebut energi yang dimilikinya masih sangat banyak.

“Tetapi di sisi lain, banyak yang menganggap sebelah mata. Tak jarang yang berpikir di usia yang muda belum bisa apa-apa,” ungkap perempuan lulusan sarjana hukum dari Universitas Brawijaya Malang tersebut. Namun, Neno menambahkan, hal tersebut justru menjadi cambuk baginya untuk membuktikan kapasitasnya.

BACA JUGA: Update Kawal Pemilu: Di Jateng Jokowi – Ma’ruf 10 Juta Lebih, Selisih Jauh

Sementara itu, wajah-wajah lama diprediksi masih akan tetap melenggang kembali ke Soekarno-Hatta 01, tempat gedung DPRD Kabupaten Kediri berada. Para politisi kawakan yang sebelumnya sudah merasakan empuknya kursi dewan tersebut masih berjaya di dapilnya masing-masing.

Caleg kawakan dari dapil 1 yang kemungkinan akan kembali mendapatkan kursi adalah Murdi Hantoro dari PDIP. Kemudian ada Assabiq dari PKB, Totok Minto Leksono dari Gerindra, dan Kuswanto dari Partai Golkar. Dari hitungan sementara, mereka telah aman untuk meraih satu kursi.

Sedangkan dari dapil dua ada nama Sentot Djamaludin dan Masykur Lukman dari PKB. Mereka akan bersanding dengan Feni Widayati dari PDIP dan Sigit Sosiawan dari Partai Golkar.

Sedangkan dari Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Kandat, Kras, Ngadiluwih, dan Ringinrejo juga akan banyak diisi wajah lama. Antara lain Sulkani dari PDIP, Heri Gunawan dari PKB, Subagiyo dari Partai Golkar, dan Muhaimin dari PAN.

Tak jauh beda, banyak politisi kawakan yang diprediksi kembali meraup banyak suara dari dapil 6. Seperti Antox Prapungka dari Nasdem, Dodi Purwanto dari PDIP, dan Mundhofir dari PKB. Selain itu ada pula Abdul Rasyid dari PAN dan Abdul Hasyim dari PKB yang diprediksi juga kembali ke gedung dewan Kabupaten Kediri.

Sementara itu, KPU Kota Kediri tuntas menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara dan penetapan hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019. Hasilnya, PDIP unggul dalam perolehan suara. Dengan hasil ini PDIP pun semakin optimistis bisa menduduki tahta ketua dewan.

Ketua DPC PDIP Kota Kediri Agus Sunoto mengungkapkan bahwa partainya saat ini telah terprogram dengan bagus. Sehingga berimbas pada semangat juang yang tinggi. Hal ini menurutnya juga dari dampak hadirnya Jokowi-Ma’ruf Amin yang membuat caleg di daerah semakin semangat memenangkan pasangan capres-cawapres ini.

“Terbukti di semua wilayah Kota Kediri, semangat semuanya. Tim PDIP yang sebelumnya tidur, kini telah bangun dan semangat dalam pemilu tahun ini,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di sela proses rekapitulasi kemarin.

Agus Sunoto menyebut bahwa tiga kecamatan di Kota Kediri hasil perolehan Jokowi-Ma’ruf unggul signifikan. Mencapai 70 persen lebih. Tak ayal dari perolehan suara presiden itu berimbas pada hasil perolehan di kursi DPRD Kota Kediri.

“Sangat berimbas, karena kemarin saya menargetkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf 75 persen. Alhasil sekarang bisa mendapat suara 72 persen di Kota Kediri. Dan ini juga berpengaruh terhadap perolehan suara dewan,” tandasnya.

Meski tidak mencapai target kursi yang diharapkan menurutnya kenaikan ini sudah maksimal. Mendekati target yang rencananya memperoleh kursi di masing-masing dapil berjumlah 2.

Agus Noto optimistis bahwa partainya bisa menduduki ketua dewan. Hal ini lantaran dari hasil perhitungan dari setiap kecamatan menunjukkan hasil yang positif dan cukup tinggi.

“Tapi yang jelas PDIP meyakini memang ada peluang untuk itu. Karena suara kami melebihi suara PAN dan juga partai lain,” tegasnya.

PDIP sendiri diperkirakan memperoleh jatah 5 kursi. Hal ini dilihat dari perolehan suara masing-masing caleg di setiap kecamatan. Rinciannya di Kecamatan Mojoroto 2 kursi, Kecamatan Kota 2 kursi dan Kecamatan Pesantren 1 kursi.

Sementara Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq mengatakan, tahap rekapitulasi kemarin yakin bisa diselesaikan. “Kami berusaha semaksimal mungkin demi memenuhi target tersebut sesuai dengan arahan KPU pusat,” ujar Rofiq.

Lebih lanjut Agus Rofiq memaparkan, penyelenggaraan pemilu di Kota Kediri dapat berjalan dengan lancar dan sukses hingga tahap ini. Itu semua berkat kerja keras semua pihak yang berada di dalam penyelenggaraan ini.

BACA JUGA: Suara Hanura Jeblok, Pengamat Menilai OSO Berpeluang Geser Wiranto di Kursi Menteri

“Ini semua semata-mata berkat kerja keras dari semua teman-teman KPPS, PPS dan PPK se-Kota Kediri yang luar biasa. Mereka tidak mengenal lelah, bahkan pergi pagi pulang pagi merupakan hal yang sudah biasa,” imbuhnya. (tar/din/fud)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...