Persib Punya Catatan Buruk, tapi Djanur Tidak

Persib Punya Catatan Buruk, tapi Djanur Tidak
Suporter Persib Bobotoh. Foto: dok.JPNN/Ist

jpnn.com - BANDUNG - Dari kurun tahun 2010 hingga 2013, empat kali bermain di Stadion Segiri, Samarinda, Persib harus pulang dengan kepala tertunduk.

Namun kekalahan itu bukan didapat dari tim Pusamania Borneo FC (PBFC) melainkan dari klub Persisam Putra Samarinda (sebelum dijual ke Bali, dan berubah nama menjadi Bali United Pusam).

Catatan tim Persib berbeda dengan catatan Pelatih Djadjang Nurdjaman kala melawat ke Stadion Segiri. Djadjang mempunyai beberapa catatan baik ketika dirinya menukangi tim Pelita Jaya.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mampu mengantarkan tim meraih dua kemenangan beruntun di ISL musim 2011-12 masing-masing dengan skor 2-0 dan 4-1.

Dengan pernah dua kali memenangkan laga di Segiri menjadi modal tersendiri dirinya bersama Persib pada Minggu (20/9) pada laga leg pertama babak delapan besar turnamen Piala Presiden saar dijamu tim PBFC.

"Mungkin untuk Persib, Segiri meninggalkan kenangan buruk. Tapi buat saya pribadi, saya punya pencapaian di sana. Ketika menangani Pelita, hasilnya cukup baik," kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Persib datang ke Segiri, dengan hasrat kuat untuk memperoleh hasil maksimal. Keyakinan itu diperkuat dengan catatan tandang Persib pada kompetisi ISL 2014 memiliki rekor yang impresif.

Seperti diketahui, pada babak wilayah Barat, Persib memetik lima kemenangan di partai tandang plus satu kemenangan di putaran kedua. Persib juga meraih gelar juara ISL 2014 di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang lewat adu penalti kontra Persipura Jayapura.

BANDUNG - Dari kurun tahun 2010 hingga 2013, empat kali bermain di Stadion Segiri, Samarinda, Persib harus pulang dengan kepala tertunduk. Namun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News