Peta Kontraktor di Sumut Bakal Berubah

Peta Kontraktor di Sumut Bakal Berubah
Peta Kontraktor di Sumut Bakal Berubah
JAKARTA - Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat, mengatakan, bila nantinya Gubernur Sumut Syamsul Arifin sudah terdakwa dan dinonaktifkan, maka akan terjadi perubahan peta politik. Wagub Sumut Gatot Pudjo Nugroho yang bakal naik menjadi gubernur jika Syamsul sudah terdakwa, posisinya tidak begitu kuat. Dampak lain, bakal terjadi perubahan peta pengaruh para pengusaha yang selama ini bermain proyek yang didanai APBD Sumut.

"Akan terjadi pergeseran oligarki kekuasaan di Sumut," ujar peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat, kepada JPNN, Rabu (21/4). Selama ini, lanjutnya, kutub kekuasaan di Sumut terbagi menjadi tiga. Pertama, kutub yang berada di bawah kendali Syamsul.

Kedua, kutub yang dinaungi Gatot. Ketiga, kutub kekuasaan yang aktor-aktornya ada di DPRD Sumut, yang disebut Syarif selama ini sebagai pemerintahan bayangan. Dari tiga kutub itu, yang paling dominan dan saling tarik-menarik adalah kutubnya Syamsul dengan kutubnya DPRD. "Kutubnya Gatot tidak banyak berpengaruh," ujar Syarif.

Pertarungn kutub Syamsul dengan DPRD itu terjadi dengan obyek yang diperebutkan berupa proyek-proyek yang didanai APBD. "Selama ini, karena cukup kuat, Syamsul bisa bernegosiasi dengan baik dengan aktor-aktor di DPRD terkait pembagian proyek," ujar Syarif, yang konsen melakukan penelitian seputar oligarki kekuasaan di daerah.

JAKARTA - Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat, mengatakan, bila nantinya Gubernur Sumut Syamsul Arifin sudah terdakwa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News