Please, Beri Kesempatan Polri Usut Pembakaran Bendera Tauhid

Please, Beri Kesempatan Polri Usut Pembakaran Bendera Tauhid
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: dokumen JPNN/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan seluruh elemen masyarakat tak terpancing soal insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh Banser. Menurutnya, semua pihak harus mewaspadai upaya adu domba.

Bamsoet -panggilan akrabnya- menyampaikan hal itu guna merespons berbagai aksi untuk memprotes pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Hari ini (26/10) sejumlah kelompok massa juga turun ke jalanan ibu kota untuk menggelar unjuk rasa.

Menurut Bamsoet, polisi sudah mengusut Banser yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid saat upacara Hari Santri di Garut, Senin lalu (22/10). "Serahkan semua kepada kepolisian atau pihak berwajib yang sedang mengusut kasus ini apakah itu ada unsur kesengajaan unguk memancing di air keruh atau memang ketidaktahuan," kata Bambang di gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/10).

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, informasi soal penyebab pembakaran bendera masih simpang siur. Karena itu Bamsoet meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan oleh kepolisian.

"Jadi sekali lagi saya imbau mari semua kita menahan diri. Kami tidak ingin antaranak-anak bangsa kita saling caci maki dan saling serang yang ujungnya tidak ada gunannya," pungkas Bamsoet.(boy/jpnn)


Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, polisi sudah mengusut Banser yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid saat upacara Hari Santri di Garut.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News