Polisi Mengamuk, Setrum Mahasiswa dan Pukuli Wartawan

Demo Tolak UU Pilkada di Gedung DPRD Balikpapan

Polisi Mengamuk, Setrum Mahasiswa dan Pukuli Wartawan
Kericuhan terjadi saat polisi membubarkan paksa mahasiswa yang berdemonstrasi di tengah jalan di depan Gedung DPRD Balikpapan, Kamis (9/10). Foto: RIFQI/KALTIM POST/JPNN

Hingga hari ini, Edwin menunggu sanksi tegas dari Polres Balikpapan terhadap Bripda Irfan Ramita.

“Ini aksi arogan sangat memalukan, bagaimana kalau korbannya warga biasa. Kalau sanksinya tidak jelas, maka inilah wajah suram kepolisian,” katanya, yang mengaku akan membuat laporan ke propam bila tidak ada kejelasan hukuman bagi Bripda Irfan.

Dalam kejadian ini, 2 mahasiswa diamankan. Sedangkan lima lainnya luka-luka akibat kekerasan petugas.

Azis, mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia terkena setrum dan pukulan petugas. Mahasiswa lainnya, Andre, turut disetrum di bagian kepala. Ia benjol dan luka memar.

Di Mapolres Balikpapan, saat dikonfirmasi Kabag Ops Eko Alamsyah menyampaikan maaf. Ia menjamin mengevaluasi anak buahnya. Termasuk polisi yang membawa alat setrum serta melakukan kekerasan terhadap wartawan. (qi/rom/k14)

 


BALIKPAPAN – Aksi memalukan mencoreng institusi kepolisian. Menghadapi aksi demonstrasi menolak isi UU Pilkada mahasiswa kemarin di Gedung


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News