Prabowo Larang Menteri Bikin Proyek Mercusuar, Bagaimana Nasib IKN?
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamaluddin Ritonga menilai keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tanda tanya setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melarang para menterinya di Kabinet Merah Putih membuat proyek mercusuar.
"Sebab, proyek IKN tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat, bahkan cenderung membebani APBN," kata Jamiludin Ritonga kepada awak media, Kamis (24/10).
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menganggap pembangunan IKN terkesan sebagai bagian proyek gagah-gagahan era Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).
Jamiluddin juga menilai pembangunan IKN lebih beraroma gengsi. Dia menganggap Jokowi ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu membuat ibu kota negara yang modern.
"Kemampuan anggaran untuk itu sangat tidak memadai. Namun, Jokowi terkesan tetap memaksakan agar IKN terwujud," kata dia.
Jamiluddin pun menduga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bakal memangkas anggaran pembangunan IKN setelah adanya pernyataan Prabowo tersebut.
"Karena itu, Bappenas layak menilai kembali kelayakan pembangunan IKN. Bila IKN dinilai hanya proyek mercusuar maka selayaknya Bappenas menyingkirkannya, karena hal itu tak sejalan dengan arah pembangunan yang diinginkan Prabowo," kata Jamiluddin.
Sebelumnya, Prabowo mengarahkan menterinya agar tak ada proyek mercusuar di masa pemerintahannya karena dia ingin mewujudkan swasembada pangan dan energi di Indonesia.
Pengamat menilai keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tanda tanya setelah pernyataan Presiden Prabowo soal proyek mercusuar
- Rupiah Terus Anjlok, Prabowo Tanggapi Santai: Rakyat Desa Enggak Pakai Dolar
- Isi Libur Panjang, Otorita IKN Ajak Pengunjung Tanam 150 Bibit di Miniatur Hutan Hujan Tropis
- Apresiasi Presiden Prabowo Kunjungi Pulau Miangas, Ketua DPD RI Sultan: Daerah Terdepan Sebagai Wajah Indonesia
- Kapolri Janji Segera Menindaklanjuti Rekomendasi dari Komisi Percepatan Reformasi Polri
- Waka MPR Eddy Puji Komitmen Prabowo Jadikan Sampah Prioritas Nasional, Penting
- Rupiah Undervalued, Gubernur BI Siapkan 7 Langkah Perkuat Mata Uang
JPNN.com




