Prahara Omongan Encer yang Merusak Mood

Prahara Omongan Encer yang Merusak Mood
Prahara Omongan Encer yang Merusak Mood. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

“Karena punyaku (alat kelamin, Red) kok sudah... Hemmm susah nyeritainnya kalau ke yang belum menikah. Pokoknya, intinya, sebelum main sama dia, aku dituduh sudah main duluan sama yang lain,” curhat Donwori kepada Radar Surabaya ketika berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, belum lama ini.

Soal alat kelamin, Donwori sebenarnya ingin lebih detil bercerita pada Radar Surabaya. Tapi, karena tahu kalau wartawan koran ini belum menikah, cerita itu ditahannya.

“Kalau sudah urusan yang begituan, memang bikin sensitif Mbak,” sambungnya dengan muka ditekuk-tekuk seperti pakaian kusut karena tidak diseterika.

Tak hanya berhenti di situ, lanjut Donwori, Karin ternyata juga memprotesnya soal sperma. Ia diprotes istri gara-gara punyanya terlalu encer.

Hal ini jadi penyebab kecemburuan Karin juga. Dikiranya sama, ia sudah main perempuan sebelum dengan Karin.

“Dikira dia cuma dapat sisa yang lain. Aneh, kan?” gelengnya.

Padahal, Donwori mengaku tak pernah melakukan hal-hal yang dituduhkan Karin. Katanya, ia keluar ya hanya sebatas ngopi dan main kartu saja dengan tetangga. Tak pernah terpikirkan yang aneh-aneh.

Apalagi sampai berhubungan badang dengan wanita lain. Tapi, Donwori heran setengah mati kepada istrinya yang selalu menuduh tidak jelas seperti itu.

Donwori marah kepada Karin karena setiap memadu kasih ada omongan encer dan tuduhan selingkuh dilontarkan istrinya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News