Presiden 1 Jam

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Presiden 1 Jam
Kamala Harris. REUTERS/Evelyn Hockstein

Amerika Serikat dan Swedia adalah potret dua negara Barat modern yang sama-sama maju, tetapi menempuh jalur poitik dan ekonomi yang berbeda. Amerika menempuh jalan politik liberal dan konservatif yang ekstrem, sedangkan Swedia mengambil jalan kiri tengah yang moderat.

Ekonomi Amerika Serikat dibangun dengan sistem neo-liberal yang juga ekstrem. Baik Partai Demokrat maupun Partai Republik sama-sama ekstrem dalam kebijakan ekonominya. Dua-duanya sama-sama pro-pasar dan pro-modal besar dalam persaingan free hand yang tak mengenal batas.

Model pembangunan ekonomi Amerika yang liberalistik-kapitalistik ini menjadi model pembangunan yang dipaksakan ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Padahal di Eropa model pembangunan ekonomi Amerika tidak laku.

Hanya Inggris yang menjadi penganut setia Amerika. Negara-negara Eropa lainnya lebih menganut sistem sosial demokrat dengan pendekatan ‘’walfare state’’, negara kesejahteraan, yang lebih peduli terhadap kesejahteraan rakyat.

Negara-negara Skandinavia terkenal dengan sistem ekonomi yang menjadikan koperasi sebagai poros kekuatan. Dengan sistem itu negara-negara Skandinavia sukses menjadi negara dengan tingkat kesejahteraan dan kemakmuran paling tinggi di dunia.

Para founding fathers Indonesia sudah meletakkan dasar-dasar ekonomi dengan menjadikan koperasi sebagai saka guru. Mohammad Hatta sudah meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi nasional berdasarakan prinsip kesejahteraan bersama melalui koperasi, yang lebih sesuai dengan kultur bangsa Indonesia.

Sistem ekonomi kesejahteraan welfare state ini terbukti sukses di Eropa dan Skandinavia. Kisah sukses Swedia dan negara-negara sekitarnya menjadi bukti yang tidak terbantahkan. Namun, sayang, Indonesia lebih kesengsem dengan model pembangunan neo-liberal persaingan gorok leher ala Amerika.

Seharusnya Indonesia meniru langkah Swedia, bukan mengekor ke Amerika. (*)

Video Terpopuler Hari ini:

Kamala Harris mencatat sejarah baru sebagai presiden perempuan pertama di Amerika Serikat.


Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News