Minggu, 17 Februari 2019 – 18:39 WIB

Pria Gold Coast Dituntut Sebar Hoax Bom Dalam Insiden Penutupan Bandara Brisbane

Senin, 04 Februari 2019 – 00:00 WIB
Pria Gold Coast Dituntut Sebar Hoax Bom Dalam Insiden Penutupan Bandara Brisbane - JPNN.COM

Seorang pria berusia 50 tahun asal Surfers Paradise, Gold Coast, Queensland dituduh menyebarkan kabar bohong (hoax) ancaman bom, melakukan penyerangan dan pengintaian menyusul dugaan insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengakibatkan evakuasi darurat diberlakukan di terminal internasional Bandara Brisbane pada Sabtu (2/2/2019) malam.

Komisaris Polisi Queensland Ian Stewart mengatakan insiden itu sangat membahayakan dan benar-benar membahayakan nyawa orang lain.

"Penanggap pertama, termasuk Polisi Federal Australia, petugas keamanan di bandara dan akhirnya polisi Queensland, dihadapkan pada situasi yang dinamis dan sangat nyata pada awalnya dalam persepsi mereka, situasi yang benar-benar mengancam nyawa," katanya.

Saksi mata melaporkan melihat seorang pria dengan pisau dan mendengar tembakan tepat setelah jam 8:30 malam, tetapi polisi mengatakan tidak ada yang dilaporkan cedera.

Polisi memutuskan untuk mengevakuasi bandara setelah menemukan apa yang mereka yakini sebagai perangkat yang mencurigakan.

Komisaris Polisi Ian Stewart mengatakan benda itu terlihat seperti alat yang canggih dan "jelas menunjukkan betapa rumitnya upaya yang dilakukan seseorang untuk menciptakan persepsi risiko, ancaman, dan ketakutan".

Petugas bernegosiasi dengan pria itu sebelum menembakkan peluru karet untuk menaklukkannya.

Superintenden Tony Fleming mengatakan, peluru karet itu mengenai pria itu.

"Dia telah diperiksa oleh [paramedis], dia tidak memiliki cedera yang signifikan," katanya.

Lelaki itu dibawa ke pos keamanan di Brisbane, tempat dia dikenakan tuduhan pada Minggu (3/2/2019) pagi ini karena melakukan kabar bohong tentang ancaman bom, membuat pernyataan palsu, melakukan penyerangan, melanggar perintah kekerasan dalam rumah tangga, menguntit dan mencuri.

Pria itu dijadwalkan akan tampil di Pengadilan Magistrasi Brisbane pada hari Senin (4/2/2019).

Insiden itu menyebabkan gangguan besar di bandara karena ditutup dan kereta ke terminal dihentikan.

Polisi mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan insiden itu terkait terorisme.

"Menurut pemahaman saya, pria itu mendekati seorang wanita, wanita itu dikenal oleh pria itu," kata Inspektur Fleming.

"Ada beberapa komunikasi di sana dan kemudian dia berbicara dengan wanita lain dan pada titik inilah keadaan memburuk."

Seorang saksi mata, Zoe Bickerstaffe mengatakan dia melihat seorang lelaki tua memegang pisau kecil, dan insiden itu tampak seperti "perselisihan keluarga".

"[Dia] bangkit dan hampir mulai mengejar dua gadis yang lebih muda yang terlihat seperti mereka adalah bagian dari kelompoknya, ia memiliki pisau di tangannya dan kemudian gadis-gadis itu mulai berteriak, semua orang mulai berteriak dan mereka hanya berkata 'keluar dia memegang pisau, "katanya.

"[Insiden Itu] menakutkan untuk sesaat karena semua orang selalu berasumsi yang terburuk sedang terjadi."

Seorang pelancong Evan Wasuka, yang baru saja tiba dari Kepulauan Solomon, mengatakan keamanan "sangat tegas" dalam mengevakuasi orang keluar dari Gedung bandara.

"Tiba-tiba, aparat keamanan mulai [mengevakuasi] semua orang," katanya.

"Mereka sangat tergesa-gesa, mereka sangat tegas dalam mengevakuasi orang keluar dari pintu. Ada banyak staf keamanan dikerahkan. Semuanya terjadi sangat cepat."

Terminal internasional di bandara Brisbane telah dibuka kembali

Seorang juru bicara untuk Bandara Brisbane mengatakan penerbangan sempat ditunda satu hingga tiga jam pada Sabtu (2/2/2019) malam, tetapi pada Minggu (3/2/219) pagi tidak ada penerbangan yang tertunda karena insiden keamanan.

Polisi juga melakukan pencarian di Gold Coast sehubungan dengan insiden yang terjadi di bandara Brisbane.

Sekitar jam 9:00 malam, mereka menempatkan zona pengecualian darurat di sekitar tempat parkir di Surfers Paradise, tempat regu bom memeriksa mobil dan kompleks apartemen di dekatnya.

Namun polisi menyatakan daerah itu aman dan mencabut zona pengecualian pada pukul 1:40 pagi.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

Baca juga berita-berita lainnya dari situs ABC Indonesia.

 
SHARES
Komentar