Prof Yudian Menapaktilasi dan Menziarahi Makam Sultan Iskandar Muda

Prof Yudian Menapaktilasi dan Menziarahi Makam Sultan Iskandar Muda
Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengunjungi Aceh sekaligus berziarah ke makam Sultan Iskandar Muda pada Selasa (8/11). Foto: Humas BPIP

Dia menambahkan perempuan Aceh memiliki daya juang dan semangat perlawanan yang tinggi atas ketidakadilan dan penindasan. 

Karakter inilah yang kemudian diwarisi oleh Cut Meutia, Pocut Meurah, Pocut Baren, Teungku Fakinah, dan Cut Nyak Dien untuk melanjutkan perjuangan masyarakat Aceh keluar dari jeratan kolonialisme dan imperialisme.

Perjuangan tersebut seakan terus mengalir sampai sekarang, pada zaman pasca kemerdekaan Aceh memiliki kontribusi besar pada pemerintahan pertama Bung Karno.

"Perjuangan itu terasa mengharukan lagi karena Aceh adalah daerah yang menyumbangkan pesawat udara pertama bagi Republik Indonesia yang kemudian diberi nama Seulawah RI-001," imbuhnya.

Sejak adanya pesawat ini sumbangsih masyarakat Aceh menjadikan hubungan antar daerah di Republik Indonesia semakin dekat dan harmonis karena pesawat Seulawah tidak hanya digunakan sebagai kendaraan pemimpin nasional melainkan juga sebagai pengangkut logistik berupa bahan pangan, obat-obatan, dokumen, dan senjata untuk pengamanan negara.

Paling pentingnya lagi, Aceh adalah daerah di Indonesia yang tidak pernah dikuasai oleh Belanda dan merupakan modal utama utusan Indonesia dalam Konferensi meja Bundar (KBM) di Den Haag. (mrk/jpnn)

Mengunjungi Banda Aceh, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menapaktilasi dan menziarahi Makam Sultan Iskandar Muda


Redaktur & Reporter : Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News