Protes Menteri Susi, Nelayan Brakoti Ikan Mentah

Protes Menteri Susi, Nelayan Brakoti Ikan Mentah
RELA GIGIT IKAN: Pengunjuk rasa rela gigit ikan saat berunjuk rasa atas kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sumbar, Susi Pudjiastuti di depan gedung DPRD Sumbar, kemarin. Foto: SY Ridwan/PADANG EKSPRES/JPNN.com

"Jika bagan yang ditahan tidak juga dikeluarkan hari ini, kami akan melakukan aksi lanjutan. Bahkan, kami akan tambah jumlah massa demo," jelasnya.

Menyikapi, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang menyambut para pendemo berjanji akan menyampaikan aspirasi nelayan ke pusat. Terkait dengan kapal yang ditangkap, Pemprov Sumbar segera berkoordinasi dengan Polda Sumbar.

Sedangkan di DPRD Sumbar, aspirasi masyarakat nelayan tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius, bersama amggotanya. Yakni Indra, Supardi, Rahmat Saleh, Taufik Hidayat, dan Sabrana. 

Para wakil rakyat dari parlemen itu berjanji akan memperjuangkan saran yang disampaikan nelayan, sehingga mendapat pertimbangan oleh Pemerintah Pusat, khususnya Menteri Kelautan dan Perikanan.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius mengatakan kepada ribuan Para Nelayan mengatakan, Aksi yang dilakukan oleh para nelayan ini, adalah sebuah perjuangan rakyat untuk bertahan hidup. Padahal, jika bagan di tidak beroperasi, maka Sumatera Barat dapat dipastikan tidak akan ditemukan lagi ikan, karena pasokan ikan laut Sumbar berasal dari nelayan ini.

Pantauan Padang Ekspres (Jawa POs Group), (15/6) kemarin di Lapangan Kantor Gubernur dan Halaman Gedung DPRD Sumbar yang dipenuhi ribuan pendemo, dikawal ketat ratusan personil kepolisian dari Polda Sumbar dan Polresta Padang. Selain itu, Satpol PP Sumbar turut menjaga para pendemo agar tetap tertib dalam bertindak dan menyampaikan aspirasi. (g/e/sam/jpnn)


PADANG - Sekitar 2.000 nelayan asal Padang, Painan, Pariaman, dan Pasaman, memprotes kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News