PSI Optimistis Bisa Melenggang ke Parlemen

PSI Optimistis Bisa Melenggang ke Parlemen
Logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Foto: dokumen JPNN

"Kali ini juga PSI yakin mengalami jalan yang sama dan optimis elektabilitas naik dan melampaui angka parlementary treshold 4 persen. Ini menebalkan optimisme kami," ungkap dia.

Selain faktor statistik, kata Andy, optimisme PSI menembus parlemen karena partai memiliki pemilih stabil. Umumnya pemilih PSI ialah menengah ke atas dan kalangan terdidik.

BACA JUGA : Ogah Dikritik, Fahri Hamzah: PSI Masuk DPR Dulu

Menurut dia, pemilih kalangan menengah ke atas, biasanya tidak mau menjawab ketika ditanya lembaga survei terkait pilihan partai politik. Pemilih ini mayoritas berada di sektor undecided voters.

"Nah, pemilih PSI ini cenderung diam ketika ditanya (lembaga survei). Namun, saat pemilihan, 17 April 2019, mereka akan coblos PSI. Kami yakin mayoritas 11,7 persen undecided voters di survei Charta Politica adalah pemilih PSI," ucap dia.

Alasan lain yang membuat PSI optimistis karena memiliki sikap politik yang jelas. Selama ini, kata Andy, PSI getol menolak korupsi dan intoleransi. Dia yakin, sikap itu mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia.

"Hasil survei juga tergambar bahwa PSI dikenal dan publik memilih PSI karena figur Ketum kami Sis Grace Natalie dan tertarik pada program PSI. Itu artinya komunikasi politik PSI biasanya disampaikan oleh Ketum Grace di acara festival 11 efektife mendorong PSI lolos parlemen," pungkas dia.

Survei terbaru Charta Politika menunjukkan elektabilitas PSI di angka 2,2 persen. PSI mengalami kenaikan elektabilitas yang siginifikan.

Elektabilitas partai besutan Grace Natalie itu diprediksi akan melonjak seturut margin of error sekitar 2,19 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News