PSMS Medan Disomasi, Sponsor Apparel Akhirnya Tarik Diri

PSMS Medan Disomasi, Sponsor Apparel Akhirnya Tarik Diri
Manajemen, dan legenda PSMS memberikan keterangan pers usai disomasi atas kepemilikan logo, Selasa (3/4/2018). Foto : nin/pojoksatu

“Iya PT LIB hanya meminta klarifikasi dari manajemen. Sudah kami surati dengan penjelasan bahwa logo dan nama PSMS sudah ada sejak dulu dan tidak berubah. Sebelum ada pematenan hak cipta tersebut. Manajemen PSMS akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penggunaan logo dan nama PSMS yang digunakan untuk kepentingan Liga,” kata Raja.

Dalam surat tersebut, Manajemen juga menjelaskan kronologis sehingga terjadi hal tersebut saat terjadi dualisme kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) yang berujung pada dualisme PSMS. Ketika itu Dirut PSMS versi IPL, Syukri Wardi dengan Ketua Umum, dr Fauzi mematenkan logo dan merek PSMS.

Sementara di sisi lain Indra Sakti selaku Ketua Umum PSMS masih diakui. Terbukti saat kompetisi sudah tidak dualisme Divisi Utama 2014, kubu Indra Sakti Harahap yang diakui untuk berlaga di kompetisi.

“Jadi sewaktu Pak Edy Pangdam I/BB dan ingin mengambil alih PSMS dia jumpai lah Syukri dan Indra Sakti. Bahkan ketika itu dia jumpai Syukri di penjara. Dengan suka rela dia menyerahkan PT Pesemes ini untuk kemajuan PSMS. Sudah ada kwitansinya juga yang ditandatanganinya. Tapi sekarang lagi kami cari,” tambahnya.

Raja menyesalkan karena hal ini menimbulkan kerugian bagi tim. Terbukti DJ Sport menarik diri dari sponsor PSMS.

“Pihak DJ Sport bilang kalian beresi dulu ini karena DJ Sport sudah disomasi. Kalau sudah selesai baru dia bersedia kembali mensponsori. Tapi sekarang dia dipastikan tidak memproduksi dan menjual jersey dulu dan itu menjadi kerugian bagi PSMS karena tidak mendapat sharing profit dari sana. Namun untuk laga lawan Persija kami tetap memakai baju mereka,” bebernya.

Mantan pemain PSMS era 60-an, Nobon Kayamuddin mengatakan dia sebagai pemain sudah memakai nama dan logo PSMS tanpa ada permasalahan seperti ini.

“Saya dan Tumsila (legenda PSMS) lainnya sejak tahun 1965 sudah pakai baju dan logo PSMS. Kami bawa PSMS juara sampai kemana-mana. Dari dulu logo dan nama PSMS selalu sama. Di baju yang kami pakai. Foto dan baju semua ada. Jadi janganlah sampai merasa logo dan merek PSMS itu punya mereka,” kata Nobon.

Manajemen PSMS yang bernaung di bawah PT Kinantan Medan Indonesia beserta sponsor apparel PSMS, DJ Sport disomasi PT Pesemes Medan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News